Televisi Hantu Gentayangan

Dominan program televisi merupakan kemaksiatan terorganisir, ya sebuah kekalahan atas kebaikan yang tidak terorganisir, mengapa ?, acara-acara televisi dewasa ini mempunyai andil besar dalam mengajarkan kepada para permirsanya untuk melakukan pergaulan bebas dengan lawan jenis, demikian pula acara Infotainment dengan sebaran gosip artis, hukumnya wajib ditinggalkan, percuma deh ngomongin orang nggak jelas kayak gitu, (tak membuatmu tenang kecuali sebarkan fitnah juga gunjingan, hal yg jika tak benar pahala kita diambil oleh yang terfitnah) tampak bahwa materi yang disiarkan Infotainment banyak membahas tentang pacaran, seks bebas, perceraian, perselingkuhan & acara hura-hura artis. Tivi yang sungguh hantu gentayangan dalam rumah anda ini menyebarkan Fitnah/Isu/Kabar Burung, mustahil perempuan  terlebih lelaki menundukkan hal terlihat di depannya semisal perempuan pesolek, membuka rambut, betis serta membuka sesuatu yang tidak pantas untuk dibuka di depan umum, sebab tradisi dari televisi ini hal tersebut telah (merupakan) fenomena kesalahan /kesesatan ini, kini dianggap biasa dalam tayangan televisi, perihal ini merupakan senjata mutakhir yang digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan moral dan akhlak generasi muda Islam.
habiskanlah waktumu bersama televisi, sambil mengurangi ingat Allah, tanpa membaca Alquran, dan lupa meresapkan pandangan Rasul bagaimana kita berlaku di bumi ini dengan memahami hadits-nya,  nontonlah terus tipi untuk pelan2/terus-terus bikinmu bodoh dan tersesat, sebab sibuk dgn tipi berbanding terbalik dgn sibuk pada hal sebagai yg semestinya Allah kehendaki kita berbuat, mungkin kau makhluk yg tak mati-mati

Televisi sebagai media yang banyak diakses semakin hari semakin menjadi-jadi menyebarkan kebodohan dari pagi hingga malam, acara inti dari sebuah stasiun televisi hanya ada 3 yaitu : Pertama Berita,Kedua Infotainment & yang Ketiga Sinetron.Acara-acara lain cuma sebagai pelengkap. Bangsa ini diajarkan untuk selalu mau tahu urusan orang lain lewat Infotainment (Gosip Artis).Banyak film mengajarkan anak-anaknya ke sekolah pakai mobil, punya hape canggih, gaul,belum dewasa sudah pacaran, patah hati & lain sebagainya, televisi dengan adegan-adegan menjijikkan dalam sinetron-sinetron juga kontes-kontes,  yang hal ini dapat membuat anak2 kita juga para lelaki terkapar tidak berdaya , bagaimana mereka bisa menundukkan pandangannya apabila di dalam rumahnya masih bercokol makhluk yang bernama televisi ini? Televisipun mengajarkan kepada para pemuda dan pemudi Islam tentang bagaimana trik berpacaran, trik berkencan serta mengajarkan para suami atau istri untuk berselingkuh!

Di dalam Protokoler Yahudi disebutkan, “Kita wajib berbuat untuk menghancurkan akhlak di setiap tempat, sehingga kita mudah menguasai mereka (kaum muslimin). Dan akan selalu ditayangkan hubungan seksual secara jelas agar  tidak ada lagi sesuatu yang dianggap suci dalam pandangan para pemuda, akibatnya keinginan besar mereka adalah bagaimana memuaskan insting seksualnya. Ketika itulah akhlaknya hancur.

”Acara Infotainment tentang gosip artis,hukumnya wajib ditinggalkan, percuma deh ngomongin orang nggak jelas kayak gitu. Materi yang disiarkan Infotainment banyak membahas tentang pacaran, seks bebas, perceraian, perselingkuhan & acara hura-hura artis. Beberapa Efek/Dampak Buruk Dari Acara Infotainment Di Televisi Indonesia Pada Masyarakat termasuk seebarkan Fitnah/Isu/Kabar Burung

Televisi merupakan tersangka dalam penyebaran budaya ikhtilat (campur baur) di masyarakat, sehingga terbukalah kesempatan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit untuk pegang ini dan pegang itu, lirik sana dan lirik sini serta perbuatan-perbuatan lain untuk memuaskan hawa nafsunya. Hendaknya orang yang di dalam hatinya masih ada keimanan untuk MENJAGA MATA, telingga serta anggota-anggota badannya dari melakukan perbuatan-perbuatan kemaksiatan baik di saat ada orang yang melihat maupun tidak ada orang yang melihat. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mukmin: 19)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan tentang ayat ini, “Dia adalah seorang laki-laki yang masuk pada anggota keluarganya yang di dalamnya terdapat wanita cantik atau ketika wanita cantik itu sedang melewatinya. Ketika orang-orang lengah, ia memperhatikan ke arahnya. Ketika mereka tidak lengah, ia menunduk. Ketika orang-orang lengah, ia memperhatikannya. Ketika mereka tidak lengah, ia menundukkan pandangannya. Sungguh Allah telah melihat hatinya bahwa ia berkeinginan andai saja ia bisa melihat kemaluan wanita tersebut.”

Banyak beredar dalam Iklan Televisi yang mengadakan Audisi menjadi pemain sinetron, hanya dengan Syarat Memiliki Rambut yang indah terurai. Hal ini menarik perhatian Muslimah untuk berbondong-bondong memamerkan auratnya.  Banyak Acara Televisi yang mengajarkan Ilmu Agama Islam dengan Keliru,

Contohnya ;  Sakinah (Pencitraan Akhwat Bercadar yang Murahan),  Pesantren dan Rock n’ Roll (Pesantren senang Musik), Ketika Cinta Bertasbih (Syubhat Berpoligami), Ayat-Ayat Cinta (Tidak Ada Batasan pergaulan Antara Laki-Laki dan Wanita),  Islam KTP (Pencitraan Wajah Kaum Muslimin Islam yang beragam dan Negatif), Spongebob, Shincan, Doraemon, Apa Kabar Indonesia & Indonesia Lawyers Club (Tontonannya cuma orang debat mencari-cari kesalahan pihak tertentu, masyarakat Indonesia harus sadar kalau selama ini mereka telah diadu domba dengan doktrin kepentingan politik yang ingin berkuasa) .Acara Infotainment tentang gosip artis, hukumnya wajib ditinggalkan, percuma deh ngomongin orang nggak jelas kayak gitu.Materi yang disiarkan Infotainment banyak membahas tentang pacaran,seks bebas,perceraian, perselingkuhan & acara hura-hura artis. Beberapa Efek/Dampak Buruk Dari Acara Infotainment Di Televisi Indonesia Pada Masyarakat : a. Menyebarkan Fitnah/Isu/Kabar Burung dll.

Agama Islam yang hanif mengajarkan kepada para pemeluknya untuk menundukkan pandangan guna menjaga kesucian mereka. Allah berfirman,

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya..” (QS. An-Nur: 31),
 Wanita adalah Makhluk yang Indah, Bahkan keberadaannya selalu dihargai sehingga selalu Ada dalam iklan untuk meningkatkan Ratting penjualan barang, seolah iklan apapun membutuhkan penguatan dari bentuk indah perempuan, akan tetapi, sudah menjadi sunnatullah bahwa Iblis beserta bala tentaranya selalu berusaha untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Iblis berkata, sebagaimana dikisahkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, “Iblis berkata: “Demi kemulian-Mu,  akan aku sesatkan mereka semuanya” (QS. Shood: 82) Iblis juga berkata,“Ya Rabbku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (QS. Al-Hijr: 39)



Di antara sarana menyesatkan manusia dari jalan yang lurus, dan bagaimana Islam sebagai agama yang lurus dan sempurna memandang “TELEVISI”?

Walaupun pada asalnya televisi (secara dzat) itu dibolehkan, namun yang lebih penting untuk dikaji adalah hukum penggunaan televisi di zaman kita sekarang ini. Apabila televisi tersebut digunakan untuk perkara yang bermanfaat, seperti penyebaran ilmu agama yang shohih, informasi tentang ilmu pengetahuan maka hukumnya adalah dibolehkan. Akan tetapi apabila televisi tersebut digunakan untuk penyebaran syi’ar-syiar kekafiran, kemaksiatan, dan segala sesuatu yang menyelisihi syariat maka tidak diragukan lagi bahwa hukumnya berubah menjadi sesuatu yang dilarang. Dengan demikian hukum televisi tergantung dari pemakainya. Berdasarkan realita, penggunaan televisi dewasa ini adalah untuk menyebarkan kemaksiatan serta perkara-perkara yang melalaikan dari agama Allah, walaupun tidak dipungkiri ada manfaat yang bisa diambil dari adanya televisi. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan, apabila dimutlakkan, hukum memelihara televisi untuk zaman sekarang ini adalah tidak diperbolehkan mengingat mudhorot yang ditimbulkan jauh lebih besar dan dasyat dari manfaat yang diperoleh. Hal ini berdasarkan kaidah,
الحُكْمُ عَلَى الغَالِبِ

“Al hukmu ‘alal gholib (Hukum itu ditinjau dari keumumannnya).”
Serta kaidah, “Menolak mudharat (bahaya) lebih didahulukan dari mengambil manfaat”
Dua kaidah di atas merupakan kaidah yang agung di dalam agama kita, agama Islam yang lurus, agama yang menjaga para pemeluknya dari kehancuran serta kemudharatan yang akan menimpa mereka. Kaidah yang didasarkan pada firman Allah, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (QS. Al-Baqarah: 219)

Segala sesuatu yang dosanya lebih besar daripada manfaatnya, maka Islam datang untuk mencegah dan melarangnya sebagai salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya.

memelihara televisi pada zaman kita sekarang ini tidak diperbolehkan, janganlah kita langsung berpikiran picik dengan menganggap ekstrim tentang ucapan ini. Akan tetapi, hendaknya kita mencoba untuk merenung dan membuka mata serta hati kita tentang beberapa dampak yang ditimbulkan oleh kemunculan makhluk yang bernama televisi ini. Sehingga  menjadi jelaslah al-haq serta sirnalah al-batil bagi orang-orang yang masih mempunyai tanda-tanda kehidupan di dalam hatinya

Sadar atau tidak sadar, televisi mempunyai andil yang besar dalam penyebaran kekufuran, bid’ah, khurofat dan kemaksiatan di tengah-tengah umat. Betapa sering ritual-ritual kesyirikan, bid’ah serta hal-hal yang berbau khurofat muncul di televisi. Di mana acara-acara ini ditonton oleh kaum muslimin dan anak-anak kaum muslimin yang notabene banyak di antara mereka yang miskin ilmu. Tidak diragukan lagi, sedikit banyak mereka akan termakan oleh syubhat-syubhat acara-acara tersebut. Betapa banyak kita, mempercayai ramalan2 palsu, juga kaum muslimin yang meyakini adanya kemampuan orang yang telah meninggal untuk memberikan manfaat dan bahaya disebabkan oleh banyaknya cerita-cerita hantu di televisi. Padahal menurut aqidah kaum muslimin, bahwa orang yang sudah meninggal itu tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya serta mereka tidak bisa gentayangan sebagaimana yang disangka oleh orang-orang jahil.

Allah berfirman,“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat amal yang saleh yag telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di depan mereka ada barzah sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun: 99-100). Mujahid berkata, “Barzah adalah penghalang antara dunia dan akherat”[5]

Ayat yang mulia ini menjelaskan dengan gamblang kepada kita bahwa orang yang sudah meninggal itu tidak bisa kembali lagi ke dunia karena ada dinding yang menghalanginya.

Betapa banyak pula kaum muslimin yang meyakini tentang bolehnya acara bid’ah tercela yasinan di rumah ahli mayyit dengan alasan karena hal itu banyak dipraktekkan di “film-film islami” yang dipimpin oleh para “kyai”. Dan betapa banyak pula kaum muslimin yang hilang rasa malunya karena mengikuti tren mode-mode pakaian para bintang film yang ada di Televisi. Betapa banyak pula kita jumpai anak-anak kaum muslimin yang menjadi anak-anak durhaka kepada para orang tuanya, durhaka dengan mengabaikan perintah-perintahnya karena sedang asyik menonton televisi dan tidak mau diganggu. Sehingga tatkala orang tuanya menyuruhnya untuk mengerjakan sesuatu, justru raut muka cuek, wajah sinis sampai ucapan-ucapan kotor dari mulut-mulut mereka tertuju kepada orang tua mereka. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap kerusakan yang besar dan meraja lela ini? Allahul Musta’an.


Sungguh akidah yang agung ini telah terkikis sedikit demi sedikit dengan semakin banyaknya acara-acara di Televisi. Betapa banyak kita temui anak-anak islam yang begitu ngefans (gandrung yang gak ketulungan) dengan para aktor atau aktris film. Tidak ada yang membuat mereka ngefans dengan para aktor atau aktris film tersebut kecuali karena kelihaian para penebar fitnah tersebut dalam berakting. Padahal mungkin saja para bintang film tersebut adalah orang yang fasik, peminum arak, tukang mempermainkan wanita atau bahkan orang kafir. Sampai-sampai gaya-gaya mereka yang tidak tahu malu dalam berakting pun ditirukan oleh sebagian anak-anak kaum muslimin.

Begitu banyak pula kita jumpai para pemuda-pemudi Islam yang begitu terpikat dengan para pemain bola walaupun mereka adalah orang-orang kafir. Kecintaan mereka yang begitu dalam kepada para pemain bola tersebut bukanlah karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa qiyamul lail, bukan pula orang yang senantiasa begadang untuk berkhidmad kepada islam dan kaum muslimin, bukan pula karena tulisan-tulisan mereka yang membela Islam dan kaum muslimin. Akan tetapi kecintaan yang hanya didasarkan atas kelihaian mereka dalam mengolah dan memainkan Si Kulit Bundar! Tidak jarang kita temui dari mereka rela mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk membeli kostum bola yang tertera nama dari pemain bola tersebut.

Ya Allah,andai saja mereka mengetahui sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai“

Andai saja mereka mau dan meyakini hadits yang mulia ini, tentulah mereka akan membuang jauh-jauh dari hati-hati mereka wajah-wajah para bintang film, pemain bola serta tukang lawak yang banyak berdusta karena tidak ada tanda-tanda kebaikan dari profesi mereka itu di sisi Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya dunia ini manis dan menyenangkan, dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian dapat menguasainya. Allah melihat bagaimana kalian beramal. Berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita.”

ya betapa banyak orang yang lalai atas kehidupan negeri akherat disebabkan oleh dunia dan wanita. Sungguh benar apabila Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memperingatkan umatnya dari dua perkara yang agung ini, akan tetapi, Televisi dewasa ini, seolah-olah justru melambai-lambaikan tangannya mengajak untuk hanyut dalam buaian dunia dan wanita-wanita jalang yang tidak bermoral.

Betapa banyak para pemirsa yang berangan-angan untuk memiliki mobil, perabot-perabot mewah, rumah megah serta gemerlapnya dunia sebagaimana yang terdapat dalam cerita-cerita fiksi yang ada di sinetron-sinetron. Mereka hanya bisa berangan-angan dan “beri’tikaf ” berjam-jam di depan televisi untuk berangan-angan, “Andai aku seperti dia. Andai aku punya ini dan itu. Andai saja aku … andaisaja aku ….” Berandai-andai yang jauh dari kenyataan dan hanya mengharapkan sesuatu tanpa adanya usaha. Akhirnya, karena selalu dicekoki contoh-contoh kehidupan yang serba mewah di film-film, standar hidup mereka pun menjadi naik drastis. Fokus perhatian mereka pun menjadi uang dan uang. Sehingga munculah istilah “Time is Money“, di mana segala sesuatu dinilai dengan uang. Sampai-sampai mereka menjadi pelit terhadap waktu-waktu mereka kecuali jika di hadapan mereka ada dunia yang menantinya. Na’udzubillah.


Sesungguhnya waktu mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam Islam. Waktu merupakan bagian dari masa di mana manusia menghabiskan umur di dalamnya. Dengan masuknya Televisi ke dalam rumah-rumah kaum muslimin, sudah berapa jam yang terbuang sia-sia karena menonton acara-acara di televisi. Sungguh mereka telah mengalami kerugian besar di dalam mengarungi samudra kehidupan karena telah membuang waktu yang sebetulnya dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat namun justru terbuang sia-sia tanpa arti atau bahkan menambah dosa-dosa meraka dengan sebab menonton televisi.

Cukuplah menjadi alasan untuk tidak memasukkan televisi ke dalam rumah-rumah kaum muslimin karena televisi tidak banyak memberikan manfaat kepada pemiliknya dan bahkan justru melalaikan mereka dari mengerjakan perkara-perkara yang lebih bermanfaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di antara kebagusan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” Demikianlah pembahasan singkat tentang kemunculan makhuk yang bernama Televisi serta dampat-dampak yang ditimbulkan. Mudah-mudahan Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk berjalan di atas amalan-amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya. Dan kita memohon kepada Allah dengan nama-namaNya yang indah serta sifat-sifatNya yang agung agar Dia berkenan untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin sekarang ini serta mendekatkan para pemuda islam kepada orang-orang yang berilmu di antara para ulama.

TV dan yang sejenisnya merupakan alat untuk menampilkan gambar makhluk yang bernyawa, sehingga bisa dinikmati orang yang melihatnya. Dari sisi ini kita ketahui pula bahwa TV tidaklah terlepas dari gambar makhluk bernyawa, baik gambar tersebut diam maupun bergerak, baik digambar dengan tangan yang dikenal dengan sebutan gambar kartun, maupun dengan kamera atau peralatan untuk menghasilkan gambar yang lain.
Oleh karena itu, para ulama ketika menghukumi TV, titik sorot mereka adalah pada gambar yang ditampilkan tersebut. Begitu pula sebaliknya, orang-orang yang membolehkan TV, usaha terbesar mereka adalah bagaimana caranya agar gambar yang ditampilkan TV tidak masuk dalam dalil-dalil yang melarang gambar makhluk bernyawa.

Jika seseorang mau membaca kitab-kitab hadits, akan didapati banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkkan kerasnya ancaman terhadap orang-orang yang menggambar makhluk bernyawa, baik itu gambar hewan-hewan atau manusia. Juga akan didapati bahwa gambar yang dihasilkan tersebut adalah haram, wajib untuk dihapus, kecuali pada keadaan darurat yang seseorang tidak mungkin untuk menghindar darinya. (Barangsiapa mencermati dalil-dalil yang telah lalu, dan terbebas dari shubhat dan hawa nafsu, maka dia akan tahu dan yakin bahwa TV merupakan benda yang haram menurut syari’at Islam).
“Alloh berfirman: Adakah yang lebih dzolim dari orang yang coba-coba menciptakan (makhluk) seperti yang Aku ciptakan?! (Kalau memang bisa) ciptakanlah semut atau biji-bijian atau ciptakanlah gandum!!” (Muttafaqun ‘alaih)

Perlu diingat bahwa hukum ini baru kita petik dari satu faktor saja, yaitu adanya ‘shuroh’ yang ada di layar TV atau alat-alat lain yang sejenis. Lalu bagaimana jika ditambah dengan faktor lainnya yang berupa kemungkaran nyata yang didapati oleh orang yang melihat TV ?!!!

Selain itu, kamera atau alat sejenisnya yang digunakan untuk membuat ‘shuroh’ pada hakekatnya tidaklah luput dari tangan manusia, mulai dari pembuatannya sampai pada pengoperasiannya. Jadi apa bedanya dengan gambar yang dibuat tangan?!! Bahkan pembuatan gambar dengan alat lebih parah kerusakannya dari beberapa sisi:

Fatwa-fatwa ulama Ahlussunnah seputar permasalahan ini

Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh ditanya: “Apakah TV itu masuk dalam hukum ‘shuroh’ yang dilarang? Atau yang diharamkan terbatas pada acara-acara buruk yang ada padanya?

Beliau menjawab:
“Setiap gambar makhluk yang bernyawa itu haram!!” (Al ibroz li aqwalil ulama fi hukmi At-tilvaz).

Syaikh Sholeh Fauzan hafidzahulloh ketika menjelaskan hadits:

“Setiap orang yang menggambar (makhluk bernyawa akan masuk) neraka. Gambar-gambar yang telah mereka buat itu akan dijadikan bernyawa sehingga menyiksa mereka di Jahannam”.

Beliau berkata:
“(Sabda beliau ini) juga umum mencakup seluruh gambar makhluk yang bernyawa, baik itu dihasilkan dengan digambar atau dipahat atau dengan memencet alat. Perbedaannya hanyalah bahwa pengguna alat lebih cepat kerjanya daripada orang yang menggambar (dengan tangan), adapun hasilnya sama, masing-masing mereka menginginkan untuk menghasilkan ‘shuroh’.

Orang yang mengukir atau membikin patung tujuannya terciptanya ‘shuroh’. Orang yang melukis tujuannya juga ‘shuroh’. Orang yang memotret dengan kamera tujuannya juga ‘shuroh’. Lalu, kenapa kita membedakan-bedakan mereka??! Padahal Rosul ص telah bersabda:

«كلُّ مصوِّرٍ في النّار«

“Semua orang yang menggambar makhluk bernyawa di neraka”?!.

(Mereka) tidaklah punya dalil kecuali falsafat yang mereka buat-buat dan teori-teori yang mereka ada-adakan. Mereka ingin membatasi cakupan makna sabda Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam (di atas) dengan kepala mereka….(Padahal) merupakan suatu perkara yang dimaklumi bahwa perkataan Alloh dan Rosul-Nya tidaklah boleh dibatasi cakupan maknanya kecuali dengan dalil dari perkataan Alloh dan Rosul-nya juga. Bukan dengan ijtihad atau teori-teori buatan manusia. (I’anatul Mustafid: 2/ 369)

Syubhat Kedua
“Gambar yang dihasilkan dengan kamera atau alat yang semisalnya ibarat seperti fotokopy. Bukankah kalau seseorang memfotokopi suatu tulisan, hasil fotokopinya itu tetap dikatakan bahwa itu tulisan penulisnya bukan tulisan tukang fotokopy? Demikian pula orang yang memfoto mahluk bernyawa dengan kamera atau menyotingnya, bukankah gambar yang dihasilkan itu adalah ciptaan Alloh?!!

JAWAB:
Syubhat ini kita jawab dari dua sisi:

Pertama:
Memang benar bahwa hasil fotokopy itu adalah tulisan si penulis. Akan tetapi perbuatan memfotokopy bukanlah perbuatan penulis. Oleh karena itu kalau dikatakan: “Lembaran ini tulisan si A atau fotokopinya?” Maka semua sepakat untuk menjawab bahwa itu adalah kopian-nya. Dan inilah yang dinamakan ‘mudhohah’, yaitu membuat sesuatu yang menyerupai aslinya, yang hal ini merupakan sebab utama diharamkannya ‘shuroh’ sebagaimana pada penjelasan yang telah lalu.

Kedua:
Adanya kerancuan orang yang beralasan dengan syubhat ini pada permasalahan: ketika seseorang memotret patung manusia atau memfoto gambar hewan yang dilukis dengan tangan. Sebab mereka mengatakan bahwa hal ini haram, sebagaimana kita juga mengatakannya.

Maka kita katakan pada mereka: “Pernyataan kalian ini membantah syubhat kalian sendiri, kenapa kalian bedakan antara ini dan itu, padahal kalau kalian konsekuen dengan kaedah kalian, harusnya kalian menjawab: “Foto patung atau foto gambar makhluk yang bernyawa yang dilukis dengan tangan itu tidaklah haram, karena patung dan gambar yang difoto itu adalah hasil perbuatan ‘si pembikin patung’ atau ‘si tukang lukis’ bukan bikinan tukang foto.”

Beginilah jadinya kalau menyelisihi syariat Alloh, perkataan yang satu akan dipatahkan sendiri dengan perkataannya yang lain. Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيراً

“Apakah mereka tidak men-tadaburi Al Quran? kalau kiranya (Al Quran itu) bukan dari sisi Allah, tentulah mereka akan mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An Nisa’: 82)

Syubhat Ketiga:
‘Shuroh’ yang dilarang adalah ‘shuroh’ yang diam, seperti foto dan yang sejenisnya, adapun ‘shuroh’ yang bergerak seperti ‘shuroh’ yang ada di layar TV atau yang sejenisnya tidaklah haram. Sebab ‘shuroh’ yang bergerak itu sama seperti bayangan yang ada di cermin, yang semua sepakat bahwa bayangan tersebut tidaklah masuk dalam dalil-dalil yang mengharamkan ‘shuroh’.

JAWAB:
Perlu diketahui bahwa para pemilik syubhat ini sepakat dengan kita bahwa ‘shuroh’ yang diam yang dihasilkan oleh kamera foto adalah haram. Hal ini akan memudahkan kita untuk merobohkan syubhat mereka tersebut. Syubhat yang satu ini dapat dijawab melalui beberapa sisi:

Jika kalian mengakui bahwa ‘shuroh’ yang diam itu haram, maka seharusnya ‘shuroh’ yang bergerak itu lebih berhak untuk diharamkan dengan alasan: bahwa unsur ‘mudhohah’ (pembuatan sesuatu yang menyerupai makhluk ciptaan Alloh) yang merupakan sebab utama diharamkannya shuroh, ada pada ‘shuroh’ yang bergerak, bahkan unsur ini lebih nyata terlihat padanya. Sebab pada ‘shuroh’ yang bergerak selain ada penyerupaan bentuk dan tampilan juga ada penyerupaan gerak-gerik. Tentunya yang seperti ini lebih parah dan lebih layak untuk diharamkan.

Alasan mereka bahwa ‘shuroh’ yang ada di layar TV itu seperti bayangan yang ada di cermin tidaklah bisa diterima, sebab antara keduanya sangat banyak perbedaannya. Jika keduanya di-qiyas-kan maka qiyas yang dihasilkan adalah ‘qiyas batil’ atau disebut pula qiyas ma’al fariq, yang para ulama sepakat bahwa qiyas yang seperti ini tidak bisa dijadikan hujah. Diantara perbedaan-perbedaan tersebut adalah:

a) Bayangan yang dicermin tidak tetap dan tidak ada bekasnya. Ketika orang yang bercermin itu pergi, bayangannya pun akan pergi juga. Berbeda dengan ‘shuroh’ yang dihasilkan kamera video yang bisa disimpan bertahun-tahun dan bisa dimunculkan seaktu-waktu.

b) Orang yang bercermin, tidak ada satu orang berakal pun yang mengatakan bahwa dia telah menggambar atau memotret dirinya, berbeda dengan orang yang berdiri di depan kamera foto atau video.

c) Pada cermin dan benda-benda mengkilat lainnya, tidaklah ada usaha manusia sama sekali untuk memunculkan bayangan, karena memang itu adalah sifat yang Alloh berikan pada benda-benda tersebut. Berbeda dengan kamera dan alat sejenisnya yang membutuhkan usaha dan pikiran manusia.

d) Sifat bayangan yang ada di cermin berkebalikan dengan aslinya, berbeda dengan ‘shuroh’ yang dihasilkan kamera yang sama dari segala sisinya

e) ‘Shuroh’ yang dihasilkan kamera tidaklah mungkin terwujud kecuali jika terkumpul padanya empat unsur: makhluk yang difoto / shooting, orang yang men-shooting, alat untuk shooting, dan proses penyotingan. Berbeda dengan bayangan cermin yang cukup dengan mencari cermin atau benda lainnya yang mengkilat kemudian berdiri di depannya.

f) Cermin telah ada pada zaman Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam dan diperbolehkan, berbeda dengan ‘shuroh’ yang mereka perjuangkan.

g) Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam telah membedakan antara hukum bayangan yang ada di cermin dengan ‘shuroh’ yang dibuat manusia.

Inilah sebagian perbedaan yang kalau seseorang mau berpikir dengan pikiran jernih dan bebas dari hawa nafsu pasti akan yakin bahwa ‘shuroh’ bergerak yang ada di layar TV itu lebih berhak untuk dimasukkan ke dalam hukum ‘shuroh’ yang diharamkan, karena adanya unsur-unsur persamaan yang banyak pada keduanya, daripada dimasukkan ke dalam hukum ‘bayangan cermin’ yang telah lewat perbedaan yang nyata antara keduanya.

Hukum TV, atas dampak yang ditimbulkan-nya

Diketahui bersama bahwa TV telah memberikan dampak negatif yang luar biasa pada manusia umumnya dan umat Islam pada khususnya. Mulai dari sisi aqidah, ibadah, akhlak sampai pada adat dan mu’amalah. Tidaklah ada seorang pun yang masih berakal sehat mengingkari kenyataan ini.

Ibnul Qoyyim rahimahulloh mengatakan:
“Kaedah ketiga: Jika seseorang kebingungan dalam menentukan hukum suatu perkara, apakah halal atau haram, maka lihatlah kerusakan dan buahnya serta hasil akhirnya. Jika perkara tersebut mengandung kerusakan yang lebih banyak dan jelas, maka tidaklah mungkin Dzat Pembuat syari’at memerintahkan atau membolehkannya. Bahkan dapat dipastikan bahwa hukumnya itu haram secara syar’i. Terlebih lagi jika perkara tersebut merupakan jalan yang menjerumuskan ke dalam perkara-perkara yang dimurkai oleh Alloh dan Rosul-Nya serta mengantarkan kepadanya dalam jangka pendek….maka orang-orang yang memiliki bashiroh (ilmu) tidaklah akan ragu bahwa perkara yang seperti ini haram hukumnya.” (Madarijussalikin: 1/496)

Oleh karena itu marilah kita tengok sebentar dampak-dampak buruk yang ditimbulkan TV dan alat-alat sejenisnya, agar kita semakin yakin bahwa perkakas yang seperti ini tidaklah pantas bagi seorang muslim untuk memilikinya.

Diantara dampak-dampak buruk yang ditimbulkan TV itu adalah sebagai berikut:

Pertama:
Tersebarnya perkataan, tingkah laku dan gaya-gaya pakaian serta perayaan-perayaan orang kafir dan lain-lainnya di kalangan kaum muslimin melalui televisi dan peralatan yang sejenisnya, yang mengakibatkan lemahnya al-wala’ dan baro’ pada mayoritas muslimin, sebagaimana yang disaksikan bersama.

Kedua:
Tersebarnya gambar-gambar para wanita yang memfitnah di kalangan kaum muslimin yang hal ini telah mengakibatkan banyak sekali kerusakan akhlak pada generasi muda maupun tuanya. Di sisi lain para muslimah pun terpengaruh dengan gaya hidup para wanita kafir tersebut.

Ketiga:
Tersebarnya kisah-kisah percintaan, pencurian dan kejahatan yang memberikan dampak buruk pada tingkah laku kaum muslimin terutama generasi muda mereka.

Keempat:
Tersebarnya musik yang diharamkan oleh syari’ah.

Kelima:
Tersebarnya berbagai macam perkara yang melalaikan kaum muslimin dari kewajibannya. Sebagai contohnya sholat lima waktu, kalau sudah duduk di depan TV maka sholat pun terlupakan.

Keenam:
Jauhnya kaum muslimin dari ajaran agamanya. Sehingga mayoritas mereka hanya mengenal Islam sekedar warisan dari orang tua-orang tua mereka, dan sekedar tulisan yang ada di KTP. Hasbunalloh wa ni’mal Wakiil.

Inilah secara global dampak-dampak yang ada. Selain itu masih banyak lagi dampak buruk lainnya yang disaksikan bersama, sehingga dengannya semakin kuat keyakinan kita bahwa televisi dan alat sejenisnya hukumnya haram menurut syari’ah Islamiyyah.

Kemudian ketahuilah wahai saudaraku, bahwa TV beserta acara-acara yang ada di dalamnya tidaklah diciptakan untuk kemaslahatan kaum muslimin. Bahkan sebaliknya, semua itu didatangkan sebagai senjata dalam perang gaya baru mereka, yang dikenal sebagai ‘ghozwul fikri’ untuk melemahkan muslimin dan menjauhkan mereka dari agamanya. Sehingga dengannya kaum muslimin sibuk dalam kemaksiatan dan perkara-perkara yang Alloh murkai, yang dengan inilah kaum muslimin bisa dihancurkan.

Semoga Alloh memberikan hidayah serta taufiq-Nya kepada kita semua untuk bisa mengetahui kebenaran dan memegangnya. Juga untuk bisa mengetahui kejelekan dan meninggalkannya.

Syaikh Al-Albaniy rahimahulloh ditanya:
“Adanya televisi pada zaman ini di rumah-rumah, apakah halal atau haram?”

Beliau menjawab:
“Hal itu tidak boleh! Aku katakan kepada kalian, maukah salah seorang diantara kalian melihat TV? Jika mau silakan lihat, jika tidak mau terserah kalian, kalian boleh memilih!! Jika ada yang mau melihatnya, kabarkan kepadaku, apakah kebaikannya itu lebih banyak atau kejelekannya?”

Si penanya mengatakan:
“Kejelekannya tentu lebih banyak.”

Beliau pun menjawab:
“Jika demikian, tentunya tidak boleh dibiarkan di rumah.” (Kaset Adabul Majlis, dikutip dari ‘Al-Ijhaz’: 7)

Beliau juga berkata pada majelis yang lain:
“Barang tersebut tidak mungkin ada di rumah seorang muslim, kecuali digunakan untuk perkara-perkara yang diharamkan Alloh, karena dahsyatnya fitnah yang ditimbulkannya. Saya secara pribadi berkeyakinan bahwa televisi adalah alat yang paling dahsyat dan berbahaya fitnahnya serta paling banyak kerusakannya. Alat ini juga merupakan alat yang paling banyak melalaikan seorang muslim dari menunaikan kewajiban-kewajibannya.” (Kaset ke-42 dari ‘Silsilah Huda wan Nur‘)

Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy rahimahulloh mengatakan:
“Di dalam TV juga ada pemikiran-pemikiran yang buruk dampaknya bagi keluarga. Kamu tidak tahu tiba-tiba istrimu merendahkanmu. Dari TV-lah anak-anak mengetahui bagaimana cara-cara mencuri. Aku dikabari bahwa seorang pencuri tertangkap. Dia berasal dari Thoif dan dikatakan kepadanya: “Bagaimana kamu melakukannya?” Dia menjawab: “Aku naik ke loteng dan masuk melalui jendela terus ke kamar mandi.” Orang-orang bertanya: “Dari mana kamu tahu hal seperti itu?” Dia menjawab: “Aku melihat mereka melakukan yang seperti itu di TV.” Jadi pencuri ini mengetahui cara-cara mencuri dari TV. (Al-Mushoro’ah: 204)

Hukum Nonton Televisi

Setelah kita ketahui bahwa gambar yang ada di layar TV itu haram, mungkin seseorang berkata bahwa yang diharamkan adalah pembuatan ‘shuroh’, adapun melihat ‘shuroh’ yang telah ada tidaklah mengapa. Si pembuat ‘shuroh’-lah yang berdosa bukan orang yang menonton dan menikmati hasilnya.

Ketahuilah -semoga Alloh memberikan hidayah kepada kita semua- bahwa hukum-hukum yang berkenaan dengan permasalahan ‘shuroh’ terbagi menjadi dua:

Pertama;
hukum yang berkaitan dengan pembuatannya, maka sangatlah jelas bahwa perbuatan ini adalah dosa besar sebagaimana telah lalu penjelasannya.

Kedua;
hukum yang berkenaan dengan penggunaan ‘shuroh’, baik itu dengan menyimpannya atau menontonnya, maka hal ini hukumnya adalah haram berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

– Penjelasan Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam bahwa adanya ‘shuroh’ menghalangi datangnya malaikat.
– Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam sangat marah ketika melihat ‘shuroh’ di rumah beliau.
– Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam menyobek ‘shuroh’ dengan penuh marah.
– Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan untuk menghapus semua ‘shuroh’ .
– Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam memperingatkan dengan keras dari ‘shuroh’.

Hadits-hadits yang menunjukkan hal tersebut telah lewat pada pembahasan terdahulu yang dengan semua ini sangatlah jelas bahwa memasukkan ‘shuroh’ ataupun TV dan alat-alat yang semisalnya merupakan bentuk penyelisihan terhadap dalil-dalil tersebut.

Adapun perkataan mereka bahwa yang melihat shuroh itu tidak berdosa sangatlah jelas kebatilannya. Sebab Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam telah memerintahkan untuk menghapus semua ‘shuroh’ yang didapati sebagaimana hadits:
“Janganlah kau tinggalkan satu gambar pun kecuali kau hapus, dan jangan kau biarkan satu pun kuburan yang ditinggikan, (melebihi kadar yag ditentukan syareat) kecuali kau ratakan”. (HR. Muslim dari ‘Ali bin Abi Tholib)

Dari hadits ini jelas bahwa menghapus shuroh yang dilihat adalah suatu kewajiban. Jika seseorang melihat dan membiarkannya serta menyetujui keberadaannya berarti telah meninggalkan perintah ini yang dia berdosa karenanya.

Syaikh Abdul ‘Aziz Ar-Rojihi hafidzhahulloh berkata:
“Dan orang yang ridho (terhadap suatu perkara atau perbuatan, hukumnya) seperti orang yang melakukannya. Siapa saja yang ridho dengan ‘shuroh’ hukumnya hukum pembuatnya”. (Fatwa-fatwa Syaikh Ar Rojihi: 1 / 343)

Syaikh Al-Albani rahimahulloh berkata:
“Barang tersebut tidak mungkin ada di rumah seorang muslim, kecuali digunakan untuk perkara-perkara yang diharamkan Alloh, karena dahsyatnya fitnah yang ditimbulkannya. Saya secara pribadi berkeyakinan bahwa televisi adalah alat yang paling dahsyat dan berbahaya fitnahnya serta paling banyak kerusakannya. Alat ini juga merupakan alat yang paling banyak melalaikan seorang muslim dari menunaikan kewajiban-kewajibannya.” (Kaset ke-42 dari ‘Silsilah Huda wan Nur‘)

Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahulloh ditanya:
“Apa hukum mempergunakan TV dan menontonnya untuk mengetahui berita?”

Beliau menjawab:
“Tidak boleh, karena adanya shuroh. Juga karena perkara-perkara yang ada di dalamnya, yang berupa kerusakan dan kefasikan serta adanya pembelajaran cara-cara mencuri. Nabi ص telah mengatakan:

“Malaikat tidak akan masuk rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar makhluk yang bernyawa”

Ketika beliau ingin masuk ke kamar ‘Aisyah dan mendapatinya kain penutup yang ada gambarnya, beliau berkata:
“Sesungguhnya diantara manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini”.

Kemudian beliau menyobek kain tersebut.

Dan telah diriwayatkan di Shohihain dari Abu Huroiroh ت bahwa Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: .

“Alloh berfirman: Adakah yang lebih dzolim dari orang yang coba-coba menciptakan (makhluk) seperti yang Aku ciptakan?! (Kalau memang bisa) ciptakanlah semut atau biji-bijian atau ciptakanlah gandum!!”

Dengan TV, laki-laki (yang menonton tentu) akan melihat perempuan ketika perempuan tadi menyampaikan berita, padahal Alloh telah berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (QS. An Nuur:30)

Atau jika penyiarnya laki-laki, maka perempuanlah yang melihatnya. Alloh telah berfirman:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nuur:30)

Sesungguhnya sangatlah mungkin bagi seseorang untuk membeli radio dan mendengarkan berita dengannya. Alhamdulillah.” (Tuhfatul Mujib: 270)

terkadang sebagian manusia terkecoh dengan embel-embel film ‘Islami’ yang diletakkan untuk mengaburkan hakekat permasalahan yang sesungguhnya. seperti; opera, drama, dan sinetron, dan lain-lain. Ketika ditambah label Islam padanya, seakan-akan semua kebatilan yang ada tertutup dan menjadi sesuatu yang indah. Bahkan sebagian orang mengatakannya sebagai alat untuk berdakwah. Oleh karena itu, marilah kita melihat dengan kacamata syar’i hukum permasalahan ini:

Asal sandiwara atau drama dari orang-orang Nashrani dan para penyembah berhala, baik dalam kemunculannya yang awal maupun kemunculannya pada periode terakhir ini.

Adapun kemunculannya yang pertama kali, sandiwara berasal dari orang Yunani penyembah berhala. Kemudian diadopsi oleh orang-orang Nashrani dan dijadikan sebagai acara tersendiri dalam peribadatan di gereja-gereja mereka. Setelah itu sandiwara ini pun tersebar di kalangan manusia dan diterima oleh umat-umat yang lain.

Adapun pada periode pertumbuhannya di masa terakhir ini, sandiwara muncul pertama kali di Eropa, kemudian sampai ke pangkuan kaum muslimin melalui perantara seorang Nashrani dari Lebanon bernama Maron Nicos. Dialah orang yang pertama kali membuat sandiwara dengan bahasa Arab pada tahun 1840 H. Akhirnya manusia pun berebutan menyambutnya dan tersebarlah sandiwara di kalangan kaum muslimin. Wallohul musta’an. (At-Tamtsil, Haqiqotuhu, Tarikhuhu, hukmuhu: 18)

Jika kita telah tahu bahwa sandiwara ini berasal dari orang kafir, bararti pengadopsiannya merupakan tasyabbuh terhadap mereka. Padahal Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud dari ‘Abdullah bin ‘Umar ب dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shohihul Jami’: 2831)

Syaikhul Islam rahimahulloh berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa kemungkinan terkecil dari hukum tasyabbuh adalah haram, walaupun secara dhohirnya menunjukkan kafirnya orang-orang yang tasyabbuh kepada orang-orang kafir. Sebagaimana firman Alloh:

“Barangsiapa diantara kalian memberikan loyalitas (wala’) kepada mereka (orang-oramg Yahudi dan Nashrani), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al Maidah: 51). (Iqtidho’ Shirothol Mustaqim: 1/83)

Ibnu Katsir rahimahulloh berkata: “Pada hadits ini terdapat dalil tentang pelarangan keras dan kecaman serta ancaman dari perbuatan menyerupai orang-orang kafir (tasyabbuh) baik itu dalam perkataan, tingkah laku, pakaian, hari raya, dan cara peribadatan mereka serta perkara-perkara lainnya yang tidak disyari’atkan kepada kita dan tidak disetujui keberadaanya (dalam agama kita).” (Tafsir Ibnu Katsir).

Kedua:
Dilihat dari Kemungkaran yang Ada Pada Sandiwara dan Film atau Acara-acara Lainnya yang Sejenis.

-> Adanya ikhthilath (campur baur) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Padahal perkara ini sangat jelas larangannya dalam syari’at Islam.
-> Pada sandiwara atau yang sejenis dengannya terdapat kedustaan yang nyata. Sebab seseorang menyatakan dirinya sebagai suami si A, yang lain sebagai istri si B padahal bukan. Atau yang lainnya mengisahkan tentang seseorang bahwa dia melakukan ini dan itu, padahal tidak. Bahkan kebanyakan dari cerita itu adalah kisah-kisah khayalan yang sama sekali tidak ada wujudnya di alam nyata. Ini semua adalah kedustaan yang diharamkan oleh Islam walaupun sekedar ‘main-main’. Terlebih lagi jika serius.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa dia berkata:

“Sesungguhnya berdusta itu tidak boleh, baik itu dalam keadaan bersungguh-sungguh atau sekedar main-main. Sesungguhnya aku mendengar Muhammad ص berkata: “Seseorang akan senantiasa berkata jujur sampai ditulis di sisi Alloh sebagai orang jujur, dan seseorang senantiasa berdusta sampai ditulis di sisi Alloh sebagai pendusta.” (HR. Ahmad dengan lafadz ini dan asal haditsnya ada di Shohihain. Hadits ini dishahihkan Syaikh Al-albani dalam ‘Adh-Dho’ifah: 13/ 709)

Apabila kisah yang ditampilkan itu benar-benar terjadi, maka muncul kemungkaran lain yang berupa ghibah, sebagaimana sabda Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam:

“Tahukah kalian apa ghibah itu?” Para shahabat menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya-lah yang mengetahuinya.” Beliau berkata lagi: “Ghibah adalah menyebutkan saudara kalian dengan perkara-perkara yang tidak dia sukai.” Dikatakan pada beliau: “Lalu bagaimana jika yang dikatakan itu benar-benar ada pada saudaraku?” Beliau menjawab: “Jika yang kamu katakan memang ada padanya, itulah yang disebut ghibah. Adapun jika tidak ada, berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim: 2579 dari abu Huroiroh radhiyAllohu ‘anhu)

Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam juga telah bersabda dalam hadits ‘Aisyah ketika ‘Aisyah menceritakan perbuatan seseorang dan menirukan gerak-geriknya. Beliau bersabda:

“Aku tidaklah suka untuk menirukan gerak-gerik seseorang bahwa aku ini begini dan begitu.” (HR. Abu Dawud dan dishohihkan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad: 1594)

Apabila dalam sandiwara atau film tersebut diperagakan perbuatan-perbuatan yang haram atau bahkan perbuatan kekafiran seperti menyembah raja atau berhala, maka ini adalah perbuatan yang sangat terlarang. Bahkan bisa sampai ke derajat kekafiran. Sebab sandiwara atau film bukanlah perkara yang seseorang diberikan udzur untuk melakukan perbuatan-perbuatan haram tersebut.

Inilah hakekat yang ada pada sandiwara atau drama atau sebutan-sebutan lainnya yang semakna. Kemungkaran tersebut akan semakin besar bila adegan demi adegan yang ada difoto dengan kamera video sehingga menjadi film. Sebab selain kemungkaran yang tersebut di atas, juga terkena dalil-dalil yang melarang shuroh sebagaimana yang telah lalu penjelasannya. Dan pembahasan kita adalah tentang sandiwara atau film-film yang dikatakan Islami, yang kemungkarannya tentu masih jauh lebih ringan daripada film-film lainnya yang sudah tidak terikat lagi dengan tatanan kemanusiaan. Janganlah terperdaya dengan embel-embel Islami yang ada padanya, sebab Islam tidaklah mengenal sandiwara dan Islam berlepas diri darinya.

Jika seseorang atau kelompok tertentu menjadikannya sebagai sarana dakwah, maka dengannya ada tambahan satu kemungkaran besar yang Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam berulang kali memperingatkan umat darinya dalam khutbah-khutbah beliau. Beliau bersabda:

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Alloh dan mendengar serta patuh walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari negeri Habasyah (Ethiopia). Sesungguhnya barangsiapa yang hidup dari kalian nanti, akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur-roshidun al-mahdiyun. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah dengan perkara-perkara yang diada-adakan karena seluruh perkara yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat” (HR. Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah dan dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam As-Shohihul-Musnad : 921).

Imam Asy-Syathiby t mengatakan: “Setiap perkara agama yang tidak ada pada masa para salafush sholih tidaklah termasuk bagian dari agama ini, karena mereka lebih bersemangat dalam kebaikan daripada orang-orang yang datang kemudian. Kalaulah dalam perkara-perkara bid’ah itu ada kebaikan niscaya mereka akan melakukannya. Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.” [Fatwa Asy-Syathiby hal. 250]

Hukum gambar dan film kartun.
Para pengikut hawa nafsu memang tidak pernah lelah dalam usaha menjauhkan muslimin dari agamanya. Setelah banyak yang terjatuh dalam jeratan mereka melalui film-film yang tidak lagi terikat dengan etika dan norma-norma yang ada, merekapun ingin agar anak-anak kaum muslimin jatuh dan rusak seperti mereka. Diantara bentuk usaha mereka adalah dengan diciptakannya film kartun yang secara lahirnya sekedar hiburan, namun di balik itu ada kemungkaran yang sangat besar.

Namun anehnya, ‘senjata penghancur generasi muda ini‘ malah disambut dengan gembira bahkan sebagian kelompok menganggapnya sebagai sarana untuk mendidik anak-anak dan diberikan padanya lebel Islami.

Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya untuk mengetahui hukum syar’i perkara ini sehingga tidak terkecoh dengan orasi para penipu berwajah da’i.

Berikut ini penjelasan tentang film kartun ini secara terperinci:
Gambar dan film kartun masuk dalam hukum shuroh yang telah jelas pada pembahasan terdahulu keharamannya.
Gambar dan film kartun masuk dalam keumuman hukum film, bahkan lebih parah. Sebab ada padanya unsur pelecehan terhadap makhluk ciptaan Alloh yang saya kira tidak ada seorang pun ridho untuk digambar dengan model kartun.

 Hukum Jual Beli TV. : Merupakan kaedah yang tetap bahwa jika suatu perkara telah diharamkan dalam syari’at ini maka penjualan dan pembeliannya pun haram. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam sabdanya ketika seseorang ingin menjual khomr:
“Sesungguhnya Dzat yang mengharamkan untuk meminumnya juga mengharamkan penjualannya.” (HR. Muslim dari Ibnu Abbas ب)

Dalam riwayat yang lain Beliau bersabda : “Sesungguhnya Alloh jika mengharamkan sesuatu kepada suatu kaum, (Alloh juga) mengharamkan harganya.” (HR. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ب dan dishohihkan oleh Syaikh muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad: 650)

Kita memohon kepada Alloh keselamatan dan memohon agar memberikan hidayah-Nya kepada kita dan saudara-saudara kita kaum muslimin untuk berjalan di atas jalan-Nya yang lurus. Kita memohon kepada-Nya agar melindungi dan menjaga kita dari ketergelinciran, sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Pemurah.

Pentingnya tak berbicara

Tak bicara adalah kesempatan memilih untuk refleksi guna berkonsentrasi pada apa yang harus dikatakan oleh benak kita.  "Puasa bicara"  bikin insting, naluri jadi peka, dan perihal ini menelusupkan gairah mengenal kefitrahan hidup, berhenti bicara maka batin menjadi lebih tajam untuk mendengar isarat-isarat gaib, mendengarkan hati nurani.

Bicaralah lebih banyak dan terimalah keadaanmu menjadi tuli.

Hal sederhana dapat dikatakan bahwa mengurangi bicara upaya meninggalkan kata-kata kotor, yang mungkin saja menyinggung perasaan orang lain, dengan tidak bicara kita juga meninggalkan kata-kata yang biasa-biasa. Hanya supaya pembicaraan kita tidak mengambil alih zikir yang seharusnya kita lakukan.

Tak bicara Seringkali menjadi senjata terbaik dari sekian senjata yang kita miliki. efek tawaran ini n maksud kita  jauh lebih efektif daripada argument yang persuasif sekalipun.

Dengan hemat tenaga dalam mengurangi bicara : seluruh isi dunia ini terbuka bagi kita, sebab perlahan kita mulai mengerti segala sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan kita dapat mempunyai akses terhadap apa yang menurut pendapatnya tidak kita ketahui. Mendengar dan tak menyela orang berbicara merupakan kunci untuk memasuki pengalaman hidup yang lebih bermakna, lebih berpengetahuan dan empatif.

dengan mendengar bicaramu maka aku mulai meraih hatimu, sebab dengan "mendengarmu" kau merasa bahwa aku sangat menghargaimu, bicaralah terus...karena itu menunjukkan kebodohan 

Tak bicara sebuah cara menikmati komunikasi yang lebih efektif, meningkatkan pemelajaran, pertumbuhan pribadi yang bermakna, damai, hubungan yang lebih efektif, dan perasaan yang diperkaya sehubungan dengan hidup dan pekerjaan kita.
aksi jahit mulut sebagai bentuk protes terhadap PT Chevron Geothermal Salak Ltd, agar mengganti kerugian rumah warga yang rusak."Aksi ini kami lakukan agar pihak Chevron bertanggung jawab atas ganti rugi rumah warga yang rusak akibat kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut," kata koordinator aksi unjuk rasa, Heru Herlambang

Ilustrasi Pentingnya Tak Bicara 
Nabi Zakaria as, ketika diberitahu bahwa ia akan mempunyai anak yang bernama Yahya, merasa amat bahagia karena dalam usianya yang amat tua, ia belum juga dikaruniai seorang putra. Zakaria as sering berdoa, "Tuhanku, sudah rapuh tulang-tulangku, sudah penuh kepalaku dengan uban, tapi aku tak putus asa berdoa kepada-Mu." (QS. Maryam: 4) 

Satu saat, Tuhan menjawab, "Aku akan memberi kepadamu seorang anak." (QS. Maryam: 7) Zakaria as hampir tidak percaya, "Bagaimana mungkin aku punya anak, ya Allah. Padahal istriku mandul dan aku pun sudah tua renta." (QS. Maryam: 8) Lalu Tuhan menjawab, "Hal itu mudah bagi Allah. Bukankah kamu pun asalnya tiada lalu Aku ciptakan kamu." (QS. Maryam: 9) Zakaria masih penasaran dan ia minta kepada Allah, "Apa tandanya, ya Allah?" Tuhan menjawab, "Tandanya ialah kau harus puasa bicara. Kau tidak boleh berkata kepada seorang manusia pun selama tiga hari berturut-turut." (QS. Maryam: 10)

Zakaria as diperintahkan Tuhan untuk mensyukur nikmat yang diterimanya dengan berpuasa bicara. Itulah juga nasihat kepada seorang suami yang istrinya sedang mengandung; belajarlah puasa bicara. Usahakan sesedikit mungkin berbicara. Insya Allah, jika selama istri kita mengandung, kita berpuasa bicara, maka Allah akan memberikan kepada kita seorang anak seperti Yahya yang cerdas, arif, berhati lembut dan suci, bertakwa kepada Allah swt, dan sangat berkhidmat kepada orang tuanya, tak pernah memaksakan kehendaknya.

Hanya dengan puasa bicara, batin kita menjadi lebih tajam untuk mendengarkan isyarat-isyarat gaib, mendengarkan hati nurani. Ketika kita terlalu banyak bicara, kita menjadi tuli.
Komisi III DPR Martin Hutabarat, minta Presiden SBY untuk mengurangi bicara di depan publik karena dikhawatirkan akan ditanggapi berbeda maksud arah pernyataannya. Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Gedung DPR
Dalam peristiwa mikraj diceritakan ketika Nabi Muhammad saw, Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, beliau melihat di pertengahan jalan ada seorang yang "menggunting  lidahnya berulang kali". Malaikat Jibril menjelaskan, "Itulah tukang-tukang ceramah yang suka memberikan nasihat kepada orang banyak tetapi ia tidak mempraktekkan apa yang ia khotbahkan."

Prasangka Baik merupakan Ibadah Batin

Yakin bahwa Allah maha mengetahui, juga bahwa "ia Zat yang merubah taqdir karena (dengan) doa, dan ia pula Zat yang berkehendak dan tak ada selain-Nya"_Hal sederhana dalam nikmat hidup Ini dengan cara memupuk "prasangka baik" pada Allah, hal ini merupa jalan lurus menuju kedamaian hidup, ketenangan jiwa kita ketentraman batin, mengapa ?, sebab kita akan terbebas dari gangguan pikiran yang membebani, mengotori nurani bahkan (mungkin) me-lelah-kan fisik, dengan bersangka Baik maka saat itu pula Allah SWT menolong, memudahkan. Sebuah realita akan terjadi dikemudian hari, sedang Allah SWT adalah Al-Iradah / ia Zat Yang Maha Berkehendak, sebaliknya jika buruk sangka, maka buruk pula realita yang akan kita jumpai. Karena Allah akan selalu mengikuti prasangka hamba terhadap- Nya.

Aku menuruti prasangka hambaku terhadapKu, maka silahkan untuk
berprasangka sesuai apa yang dikehendaki.(Ad-Darimi) 

Dengan ini pula doa mudah dikabulkan, Ibadah mudah dijalankan dan tanpa mengeluh, karena Syarat doa dikabulkan ialah berprasangka baik, yaitu keyakinan hati bahwa Allah SWT akan mengabulkan dan memberikan yang terbaik. sungguh bahwa orang yang baik dan berbaik sangka pada Allah, akan mendapatkan balasan, sedang Allah tidak akan mengingkari janji.

Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika Ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan, maka jangan berprasangka terhadap Allah kecuali kebaikan. ( HR-Bukhori)

Dalam baik sangka resapkanlah energi positif yang merubah beban berat menjadi ringan, problema yang sulit akan teratasi. iman ber-emulsi dengan kuat, sehingga kegamangan hidup akan berubah menjadi sebuah kedamaian yang tiada batas, hingga kekentalan keyakinan (kelak) tidak tercampur keraguan, persangka baik pada Allah merupakan kebenaran Syariat-Nya, hingga seorang Muslim akan ridha dengan segala ketentuan-Nya.

 Janganlah salah satu diantara kalian mati, kecuali berprasangka baik terhadap Allah. (HR-Muslim)

Semoga Allah SWT memberikan kita hati yang mudah berprasangka baik terhadap-Nya, Aamiin Yaa Robbal 'alamiin._perihal sebaliknya diingatkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam sabda: "Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan,  Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi", (diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563 [2] dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara [3]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563.

Macam-macam prasangka baik

Ikhlas segala ketetapannya sebagai keputusan yang terbaik buat kita karena yakin bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya jika ia berprasangka baik, tetapi jika ia berprasangka buruk, maka allah pun akan memberikan keburukan kepada nya,

Allah berfirman :" Aku mengikuti sangkaan hamba-hambaku jika ia berprasangka baik, maka kebaikanlah baginya, dan jika ia berprasangka buruk, maka keburukanlah baginya".
(HR. Ahmad dan ibnu hiban)

Contoh efek Prasangka baik pada Allah : Allah akan kabulkan doa-doa hambanya, Allah ampuni dosa-dosa kita, Allah akan selalu memberi petunjuk, Allah selalu memberi rizki, dan bangunan prasang baik ini merupakan ciri keimanan dan insyaallah ia akan beribadah dgn baik, juga prasangka baik Terhadap Sesama Manusia. sebagaimana firman Allah :" Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah anatara. Kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat".
(QS. AL-Hujarat :10)

baik sangka pula Terhadap Diri Sendiri > berfikir positif terhadap diri sendiri. Tidak boleh terlintas di dalam fikiran bahwa dirinya lemah, bodoh, miskin dan lain-lain, yang akan membuat lemah dirinya. Karena melalui sikap seperti inilah seorang muslim bisa menghadapi hidup dengan penuh harapan dan tidak pernah putus asa, karena putus asa itu adakah sifat orang kafir orang yang beriman itu hidupnya selalu optimis karena ke imanannya itu merupakan modal yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Hikmah prasangka baik pada Allah

0rang yang selalu menjaga hubungan dengan Allah dan hubungan sesama manusia dengan husnudzan, maka banyak hikmah yang akan di peroleh antara lain:
1. Akan semakin mendekatkan diri kepada allah sehingga rajin beribadah.
2. Banyak kerabat dan teman yang semakin akrab dan simpati padanya.
3. Akan banyak mendapat pertolongan dan petunjuk dari allah dan dari sesamanya jika menghadapi keulitan.
4. Akan selalu di segani dan di hormati serta rizki-Nya murah
_wassalam semoga bermanfaat

Kajian Sifat Qana’ah

Pribadi kita mengalami bias atas kecendrungan dunia dan manfaat jangka pendek,  adalah perlawanan untuk sampai ketitik hikmah. sebagaimana memenangkan sifat qana ah sebagai kemenangan atas hidup dan tujuan akhirat,  dan Qana ah adalah sifat kenabian yang juga terekomendasi pula oleh para sahabat, qana ah pula sifat orang yang hendak menggapai kesempurnaan disisi Allah Swt sebagai tujuan hidup azali, inilah sifat muslim terpuji dan harus menjadi target meraihnya demi ketepatan pandangan terhadap hidup yg sesungguhnya hanya sebentar saja.  Orang beriman merasa senang dan puas menerima segala sesuatu yang ditetapkan bagi makhluk termasuk hal riil juga ghaib, dan merasa bersyukur atas rezeki yang diterimanya. kesederhanaan yg terasa nikmat bahkan mampu membagi kenikmatan yang diterimanya itu dengan keluarga, kerabat, teman atau pun tetangganya. Asy-Syaikh ‘Abdul Ilah bin Ibrahim Dawud dalam Al-Qana’ah halaman 88 mengatakan, “Bukanlah kebahagiaan itu dengan terwujudnya segala keinginan materil, bukan juga yang bersifat kelezatan atau menuruti hawa nafsu. Akan tetapi kebahagiaan jiwa adalah dengan merasa ridha dengan segala yang diberikan pencipta padanya.
Akankah kehidupan yang serba digital (hanya menekan tombol) membuat kita semakin banyak keinginan dan semakin tamak kepada kehidupan dunia ini?

Memang tidak bisa dipungkiri kecintaan dan sikap rakus akan muncul dihati yg tanpa kendali,  haus terhadap dunia, selalu ingin memperbanyak harta,  tamak, terbiasa mengeluh, dan selalu meminta sesungguhnya hal yang sungguh2 dipropagandakan oleh syaitan yang beremulsi dengan syahwat bawaan manusia. hal demikian menjadi karakter sifat orang yang dilalaikan, Sesungguhnya sikap pasrah terhadap sifat tamak (rakus) tidak ada akhirnya, serupa orang melepaskan tali kendali nafsu syahwatnya. Disebutkan dalam hadits:

إِنَّ هذَا اْلمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ, فَمَنْ أَخَذَهَا بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُوْرِكَ لَهُ فِيْهِ, وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيْهِ, كاَلَّذِي يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ

“Sesungguhnya harta ini berwarna hijau serta manis, maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kemurahan jiwa niscaya diberikan berkah baginya pada harta itu. Dan barangsiapa mengambilnya dengan nafsu serakah niscaya tidak diberikan berkah baginya pada harta itu, seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang…”

Sifat tamak menguasai orang-orang yang melakukan persaingan dalam urusan dunia dan perhiasannya, yang selalu memperhatikan orang-orang yang di atas mereka.

Imam an-Nawawi rahimahullah memberikan alasan terhadap hal itu,  katanya: " Karena apabila manusia melihat kepada orang yang diberikan karunia dalam perkara dunia (semisal kaya raya berpengaruh terkenal) , nafsunya menuntut seperti hal itu dan menganggap kecil/remeh nikmat Allah yang ada padanya, ingin bertambah, supaya bisa menyusul dengan hal itu atau mendekatinya, inilah realita mayoritas manusia, dan berbahagianya manusia karena akan hal ini mengikutkan kata "lalai" atau dalam istilah dikenal dgn "istidraj" (dibiarkan oleh Allah atas keinginannya yang rendah)"

Fenomena ini sangat nampak jelas dikehidupan kita dewasa ini. Akankah kita sebagai seorang muslim enggan selamat dan bahagia di dunia dan akherat nantidengan segalai kausalitas ke-ridha-an Allah kepada kita sebagai tujuan ?.

Namun hendaklah kita tidak salah pengertian tentang makna dan arti qana`ah, bukanlah qana`ah merasa senang dengan segala kekurangan dan kehidupan yang rendah, lemah semangat dan kemauan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi, juga mati keinginan untuk mencapai kemajuan moril dan materil, atau lemah etos kerja/ kelesuan untuk membebaskan diri dari kelaparan, kemiskinan dan kesengsaraan. Tetapi, orang-orang yang memiliki sikap qana’ah tidak berarti menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar, orang yang hidup qana’ah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun bukan untuk menumpuk kekayaan. Kekayaan dan dunia yang dimilikinya, dibatasi dengan rambu-rambu Allah. atau diperlakukan sebagai sarana untuk kehidupan yang lebih baik kelak di akhirat. Dengan demikian, apa pun yang dimilikinya tak pernah melalaikan dari mengingat Sang Maha Pemberi Rezeki. Sebaliknya, kenikmatan yang ia dapatkan justru menambah sikap qana’ah-nya dan mempertebal rasa syukurnya.

Iman memberikan kepada manusia kepuasan akan apa yang diberikan Allah, dalam hal-hal yang tidak bisa kita merubahnya atau kesanggupan untuk mencapainya, biar dengan usaha dan tipu daya manapun, Apalagi dalam masa kesusahan dan kesulitan yang menimpa perorangan dan masyarakat, qana`ah memberikan pertolongan bagi ketentraman dan perdamaian dalam jiwa.

Jasa keimanan ini sangat besar dalam membatasi jiwa manusia dari memperturutkan loba yang tidak berkesudahan, tidak cukup dengan sedikit, tidak puas dengan yang banyak, tidak memadai dengan yang halal dan wajar, sehingga senantiasa dalam keadaan tidak puas, haus dan berkeluh kesah.

Maka timbullah cara-cara pencarian rezeki di luar batas hukum dan kemanusiaan, hanya berpedoman asal dapat, tidak perduli bahaya bagi diri dan masyarakat. zaman ketika janji palsu diobral termasuk pada publik, Naudzubillah min dzalik.

Hakekat Qanaah

Qana’ah menurut arti bahasanya adalah merasa cukup dan tidak meminta-minta. Dan secara istilah qana’ah merasa cukup atas apa yang dimilikinya. Sikap qana’ah didefinisikan imam al-Ashma’i sebagai sikap merasa cukup dan ridha atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah.

Rela menerima pemberian Allah seadanya, merupakan sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali orang yang dikaruniai taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadaan memiliki rasa cinta yang besar terhadap kepemilikan harta. Namun meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya dapat menekan sifat tamak dan membimbing menuju sikap zuhud dan qana’ah.

    Demikianlah sifat Qanaah ini mengakar pada diri para sahabat Rasulullah melalui pembinaan dan pendidikan kenabian, sehingga Allah memuji mereka dalam firmanNya yang artinya:. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.(QS al-Baqarah/2:273).

Dengan qana`ah inilah para sahabat  berhasil dan sukses dapat menghadapi kehidupan dengan kesungguhan yang energik dalam mencari rezki. Tidaklah terdapat rasa takut dan ragu-ragu dan syak bagi orang yang memiliki sifat qana`ah. Dengan berteguh hati dan fikiran terbuka, ia bertawakal kepada Allah. Mengharapkan pertolongan-Nya, serta tidak merasa jengkel dan kecewa jika tidak mampu mencapai target yang diinginkannya.

Lihatlah sifat qanaah yang dimiliki mereka. Lihatlah yang disampaikan kholifah Umar bin Al-Khothab berikut:

Mari aku beritahukan kepadamu harta Allah yang aku memohon kehalalannya: Dua helai baju musim dingin dan musim panas dan kendaraan yang mencukupiku untuk berhaji dan berumroh serta setelah itu makanan pokokku seperti makanan untuk seorang lelaki Quraisy . saya tidak lebih tinggi dan lebih rendah dari mereka. Demi Allah saya tidak tahu apakah hal itu halal atau tidak untukku?

Beliau mencukupkan kebutuhannya hanya sesederhana ini, padahal beliau adalah seorang pemimpin tertinggi dalam masyarakat islam waktu itu. Seorang amirulmukminin yang sangat dimaklumi bila mengambil lebih banyak dan berlipat dari permintaan beliau tersebut.

Sangat menakjubkan sekali sikap qana’ah yang dimiliki beliau ini. Namun ini dibandingkan dengan guru, pembimbing dan pembentuk kejiwaan beliau masih belum dapat menyamainya. Lihatlah kehidupan sang guru dan pembimbing kholifah Umar bin al-Khatahab ini yaitu baginda Rasulullah dalam merealisasikan sifat qana’ah ini.

Ummulmukminin ‘Aisyah  pernah mengisahkan kehidupan beliau bersama Rasulullah dalam ungkapan yang mengharukan. Beliau berkata kepada keponakannya yang bernama Urwah bin az-Zubeir: Wahai keponakanku, sesungguhnya kami melihat 3 kali hilal dalam dua bulan, tidaklah api dinyalakan dirumah-rumah Rasulullah. lalu Urwah bertanya: Apa yang menjadi makanan kalian? A’isyah menjawab: aswadain yaitu kurma dan air. Kecuali ada tetangga Rasulullah dari kaum Anshar yang memiliki susu yang diberikan kepada Rasulullah lalu beliau memberikan kami minum susu tersebut. (Muttafaqun ‘alaihi).

Lihatlah bagaimana kehidupan Rasulullah dan semua para istri beliau yang tidak memasak roti dan lauk pauk. Mereka mencukupkan dengan memakan yang ada dengan keridhaan yang sempurna tanpa keluh kesah. Kisah ini disampaikan ummulmukminin untuk mendidik keponakannya dan kita semua untuk mencontoh sifat qanaah Rasulullah dan keluarganya.

Cara mendapatkan Qanaah

Memang Qana’ah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan secara naluri pula dalam keadan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta.

Banyak sekali hasil dan manfaat memiliki sifat qanaah ini. Nah untuk mendapatkannya perlu adanya beberapa kiat yang dengan izin Allah akan membawa kita padanya. Di antaranya yaitu:

1. Memperkuat Keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala. Juga membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah subhanahu wata’ala, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Barangsiapa yang kaya hati maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu.

Sebaliknya siapa yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.

2. Yaqin bahwa rizki telah tertulis, seorang muslim yakin bahwa rizkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Sebagaimana di dalam hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, disebutkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di antaranya, “Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad) : Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah subhanahu wata’ala yang memberinya rizki dan bahwa rizkinya telah tertulis.

3. Memikirkan Ayat-ayat al-Qur’an yang Agung. Terutama sekali ayat-ayat yang berkenaan dengan masalah rizki dan bekerja (usaha). ‘Amir bin Abdi Qais pernah berkata, “Empat ayat di dalam Kitabullah apabila aku membacanya di sore hari maka aku tidak peduli atas apa yang terjadi padaku di sore itu, dan apabila aku membacanya di pagi hari maka aku tidak peduli dengan apa aku akan berpagi-pagi, (yaitu): “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathiir:2)

“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus:107)
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud:6)

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. ath-Thalaq:7)

4. Ketahui Hikmah Perbedaan Rizki. Di antara hikmah Allah menentukan perbedaan rizki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi, saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, serta agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa.

Allah berfirman, “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentu kan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)

5. Banyak Memohon Qana’ah kepada Allah. Rasulullah adalah manusia yang paling qana’ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah agar diberikan qana’ah, beliau bedoa,

    “Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim, beliau menshahihkannya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi)

Dan karena saking qana’ahnya, beliau tidak meminta kepada Allah subhanahu wata’ala kecuali sekedar cukup untuk kehidupan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta) sebagaimana sabda beliau, “Ya Allah jadikan rizki keluarga Muhammad hanyalah kebutuhan pokok saja.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

6. Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan Kepandaian. Kita harus menyadari bahwa rizki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti.

Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana’ah, terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.

7. Melihat ke Bawah dalam Hal Dunia. Dalam urusan dunia hendaklah kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)

Jika saat ini anda sedang sakit maka yakinlah bahwa selain anda masih ada lagi lebih parah sakitnya. Jika anda merasa fakir maka tentu di sana masih ada orang lain yang lebih fakir lagi, dan seterusnya. Jika anda melihat ada orang lain yang mendapatkan harta dan kedudukannya lebih dari anda, padahal dia tidak lebih pintar dan tidak lebih berilmu dibanding anda, maka mengapa anda tidak ingat bahwa anda telah mendapatkan sesuatu yang tidak dia dapatkan?

8. Membaca Kehidupan Salaf. Maksudnya melihat bagaimana keadaan mereka dalam menyikapi dunia, bagaimana kezuhudan mereka, qana’ah mereka terhadap yang mereka peroleh meskipun hanya sedikit. Di antara mereka ada yang memperolah harta yang melimpah, namun mereka justru memberikannya kepada yang lain dan yang lebih membutuhkan.

9. Menyadari Beratnya Tanggung Jawab Harta. Harta akan mengakibatkan keburukan dan bencana bagi pemilik nya jika dia tidak mendapatkan nya dengan cara yang baik serta tidak membelanjakannya dalam hal yang baik pula.

Ketika seorang hamba ditanya tantang umur, badan, dan ilmunya maka hanya ditanya dengan satu pertanyaan yakni untuk apa, namun tentang harta maka dia dihisab dua kali, yakni dari mana memperoleh dan ke mana membelanjakannya. Hal ini menunjukkan beratnya hisab orang yang diberi amanat harta yang banyak sehingga dia harus dihisab lebih lama dibanding orang yang lebih sedikit hartanya.

10. Melihat Realita bahwa Orang Fakir dan Orang Kaya Tidak Jauh Berbeda. Karena seorang yang kaya tidak mungkin memanfaatkan seluruh kekayaannya dalam satu waktu sekaligus. Kita perhatikan orang yang paling kaya di dunia ini, dia tidak makan kecuali sebanyak yang dimakan orang fakir, bahkan mungkin lebih banyak yang dimakan orang fakir. Tidak mungkin dia makan lima puluh piring sekaligus, meskipun dia mampu untuk membeli dengan hartanya. Andaikan dia memiliki seratus potong baju maka dia hanya memakai sepotong saja, sama dengan yang dipakai orang fakir, dan harta selebihnya yang tidak dia manfaatkan maka itu relatif (nisbi).

Sungguh indah apa yang diucapkan Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Para pemilik harta makan dan kami juga makan, mereka minum dan kami juga minum, mereka berpakaian kami juga berpakaian, mereka naik kendaraan dan kami pun naik kendaraan. Mereka memiliki kelebihan harta yang mereka lihat dan dilihat juga oleh selain mereka, lalu mereka menemui hisab atas harta itu sedang kita terbebas darinya.”

Sumber: “Al-Qana’ah, mafhumuha, manafi’uha, ath-thariq ilaiha,” hal 24-30, Ibrahim bin Muhammad al-Haqiil.

" hati senantiasa tentram terhadap apa yang dijanjikan atau yang di tentukan Allah swt • dan dalam Tingkatan taslim: serahkan semua urusan kepada allah swt, karena dialah yang mengetahui segala sesuatu mengenai diri dan keadaannya. • kuatkan jiwa dalam menghadapi permasalahan hidup akan mendatangkan ketenangan jiwa. • Menumbuhkan kesadaran senantiasa kembali kepada Allah. akan mendatangkan kepuasan batin  • Jika memperoleh nikmat dan karunia dari allah swt, akan bersyukur,  Jika  memperoleh suatu musibah ia akan tetap bersabar. • Selalu menyerahkan semua keputusan bahkan dirinya sendiri hanya kepada allah swt".

merokok untuk kesehatan (manfaat rokok )

"gula pasir dan rokok",  jika efek negatif ke-2 nya disorot lebih dalam, maka memungkinkan efek gula pasir dapat lebih berbahaya dibanding rokok , mengapa demikian ??
mari kita mulai bincang-bincangnya, jelas bahwa masyarakat secara plural menerima bahaya merokok yang demikian dijejalkan sejak lama, mawasnya menghubung-hubungkan dampak buruk asap rokok dan zat-zat yang terkandung di dalamnya terhadap kesehatan tubuh manusia.Tetapi adalah hak anda untuk percaya atau tidak bahwa nikotin dan zat-zat lain yang juga berasal dari alam dan berada di dalam rokok juga mempunyai kegunaan. Hal ini sejalan dengan sunatullah yang menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan penuh rahmat dan berkah. ya berhentilah kaget membaca artikel ini. Sama seperti terkejutnya saya ketika pertama kali menelusup dalam hasil penelitian para ilmuan ini.

Berbagai kampanye tentang bahayanya tembakau melibatkan para dokter, ahli farmasi, pegiat anti tembakau, politisi sampai kepada badan-badan nasional hingga internasional. Kegiatan berkait dengan

kampanye anti rokok, pembuatan peraturan-peraturan, lobbying, dilarang merokok, iklan dan sponsorship produk tembakau ini, pada umumnya didanai oleh korporasi-korporasi farmasi internasional karena tergiur dengan pasar raksasa yang amat potensial untuk produk penghenti rokok.

Adapun sejumlah industri farmasi yang memproduksi penghenti rokok diantaranya adalah, Johnson & Johnson, Glaxo SmithKline yang memproduksi dan memasarkan koyok nikotin nicoderm. Pharmacia & Upjohn (memproduksi obat anti merokok Nicorette dan Nicotrol), Advanced Tobacco Products, Inc (menjual hak paten teknologi nikotinnya yang merupakan basis produk Nicorette/Nicotrol Inhaler), Hoechst Marion Roussel (memproduksi permen karet Nicorette dan koyok Nociderm), Novartis (meluncurkan koyok nikotin Habitrol), Pfizer (mengembangkan bahan baru untuk membantu berhenti merokok, yang dikenal dengan nama CP-526-555).

Dari semua perusahaan obat itu, tiga diantaranya adalah mitra WHO untuk proyek anti tembakau /program pengendalian tembakau global, yaitu; Johnson & Johnson, Pharmacia & Upjohn dan Novartis.
berikut penelitian ilmuan seputar dampak merokok bagi kesehatan dengan berangkat dari dasar pemikiran yang netral. Hal pertama mereka coba gali "adakah manfaat zat-zat yang terdapat di dalam sebatang rokok untuk kesehatan manusia ?",_Berikut beberapa riset yang menguak manfaat rokok bagi kesehatan manusia.


1.merokok mengaktifkan kerja jantung dan mengurangi penggumpalan darah bagian jantung
: Merokok menurunkan resiko kematian setelah si perokok mengalami beberapa serangan jantung, dibandingkan dengan non-perokok, perokok yang sudah pernah mengalami serangan jantung tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih rendah. Sebab merokok mengaktifkan sitokrom semisal protein tertentu yang menghambat penggumpalan darah, sedang merokok adalah sesuatu yang ternyata membantu obat jantung clopidogrel bekerja lebih baik. Clopidogrel adalah obat yang digunakan untuk menghambat penggumpalan darah bagi pasien yang menderita penyakit arteri koroner dan penyakit peredaran darah lainnya. merokok nampaknya membantu clopidogrel melakukan pekerjaannya lebih baik. Ya Tampaknya sesuatu dalam asap rokok mengaktifkan protein tertentu yang disebut sitokrom, yang mengubah clopidogrel menjadi lebih aktif.(referensi 1)

2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke
Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke) Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat. [referensi 2]

Penelitian lain menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih. Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascular blockage). (referensi 3)

3. Merokok Mengurangi Resiko Parkinson
Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi hubungan terbalik antara merokok dan penyakit parkinson. Perokok jangka panjang yang entah bagaimana akan terlindung dari parkinson. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurologi pada Maret 2007, para peneliti menemukan efek perlindungan parkinson berkurang setelah perokok berhenti. Dan mereka belum bisa menjawab secara ilmiah mengapa terjadi. (referensi code *)

4. Merokok mengurangi gejala diabetes
Kode genetik (DNA) yang mengode IL-10 ditanam dalam tembakau, lalu tembakau akan memproduksi protein tersebut. Mereka mencoba dua versi IL-10 yang berbeda. Satu dari virus, yang lainnya dari tikus. Para peneliti menemukan, tembakau dapat memproduksi dua bentuk IL-10 itu dengan tepat. Produksi cytokine yang aktif cukup tinggi, yang mungkin dapat digunakan lewat proses ekstraksi dan pemurnian. Langkah selanjutnya, IL-10 hasil tembakau itu diberikan kepada tikus untuk meneliti seberapa efektif ia membangkitkan kekebalan tubuh. Penelitian menggunakan IL-10 hasil tembakau dalam dosis kecil dapat membantu mencegah kencing manis atau diabetes melitus tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 atau diabetes anak-anak dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas. Sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita anak-anak maupun orang dewasa.(referensi 4)

Para ilmuwan berhasil menggunakan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh.  Mereka membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin-10 (IL-10), yang merupakan cytokine anti-radang yang ampuh. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif. (lihat di bab berikut manfaat tembakau)

5. Kebiasaan merokok menurunkan resiko operasi penggantian lutut.
: Hasil mengejutkan dari studi terbaru menunjukkan bahwa laki-laki yang merokok memiliki resiko lebih sedikit menjalani operasi penggantian sendi dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok. . Lalu apa hubungan rokok dengan operasi sendi? Operasi pergantian lutut umumnya dilakukan karena lari maupun obesitas. Dan kenyataannya perokok jarang jogging. Para peneliti bahkan bingung untuk menjelaskan ini. Kenyataannya bahwa merokok lebih beresiko osteoporosis. Bisa jadi nikotin dalam tembakau membantu mencegah kerusakan tulang rawan dan sendi.(referensi 5)

6. Tembakau mengandung protein anti kanker
Dibalik tudingan palsu sebagai penyebab kanker, ternyata tembakau justru memiliki kandungan Protein antikanker. Zat yang terkandung dalam tembakau bereaksi pada protein, yang kemudian memisahkannya dengan bakteri.   “Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita. Jika kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, maka begitu masuk tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita akan dapat cairannya berupa protein” (referensi 6)

7. Merokok mengurangi resiko penyakit “Susut Gusi” yang parah
Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi. [referensi 7]
hal lain untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak. Mencegah kanker mulut rahim: Tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibody terhadap human papilloma virus (HPV), yang menjadi penyebab kanker mulut rahim.  Sementara itu, protein lain yang terkandung dalam tembakau bernama Cytokine. Protein Cytokine mampu merangsang aktifnya sel-sel kekebalan dalam tubuh manusia. Produksi protein Cytokine menjadi dua kalilipat lebih banyak bila melalui proses pemurnian.

8. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori

Konsentrasi urin cotinine (tembakau yang bermetabolis di dalam tubuh) mengkonfirmasi berkurangnya risiko Preeklamsia dengan paparan tembakau Eksposur. Preeklamsia adalah kondisi medis di mana hipertensi muncul dalam kehamilan (kehamilan dengan hipertensi) yang bekerjasama dengan sejumlah besar protein dalam urin. Studi ini, meskipun kecil, menunjukkan salah satu manfaat dari merokok selama kehamilan. "Temuan ini, diperoleh dengan menggunakan uji laboratorium, mengkonfirmasi penurunan risiko preeklamsia berkembang dengan paparan tembakau (Am J Obstet Gynecol 1999;. 181:1192-6.) [referensi 8]

Sebuah penelitian lain menemukan hubungan terbalik yang kuat antara ibu yang merokok ibu dan infeksi Helicobacter pylori di antara anak-anak prasekolah, di mana ditunjukkan kemungkinan bahwa penularan ibu-anak berupa infeksi mungkin kurang efisien jika ibu merokok. Untuk mengevaluasi hipotesis ini lebih lanjut, dilakukan studi berbasis populasi di mana infeksi H. pylori diukur dengan 13C-urea breath test (tes kandungan urea pada nafas) dalam 947 anak-anak prasekolah dan ibu-ibu mereka. Kami memperoleh informasi rinci tentang faktor-faktor risiko potensial untuk infeksi, termasuk ibu merokok, dengan menggunakan kuesioner standar. Secara keseluruhan, 9,8% (93 dari 947) dari anak-anak dan 34,7% (329 dari 947) dari ibu-ibu telah terinfeksi. Prevalensi (rasio jumlah kejadian penyakit dengan unit pada populasi beresiko) infeksi jauh lebih rendah di antara anak-anak dari ibu yang tidak terinfeksi (1,9%) dibandingkan pada anak-anak dari ibu yang terinfeksi (24,7%). Ada hubungan terbalik yang kuat infeksi anak-anak dengan ibu yang merokok (odds rasio atau penyimpangan disesuaikan = 0,24; interval kepercayaan 95% = 0,12-0,49) di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi, tetapi tidak di antara anak-anak dari ibu yang terinfeksi. Hasil ini mendukung hipotesis dari peran utama untuk penularan ibu-anak berupa infeksi H. pylori, yang mungkin menjadi kurang efisien jika si ibu merokok. [referensi 9]

9. Merokok mengurangi resiko terkena Kanker Payudara
10. Nitrat Oksida dalam Nikotin mengurangi Radang Usus Besar
11.Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome
12. Merokok mencegah Asma dan penyakit karena Alergi lainnya (referensi #)
13. Nikotin membunuh kuman penyebab Tuberculosis (TB)
14. Merokok mencegah Kanker Kulit yang langka

Tapi atraktif merokok yang jelas kualami dapat dikatakan bahwa Merokok menurunkan resiko obesitas sebab nikotin dalam asap tembakau adalah penekan nafsu makan. Ini sudah dikenal selama berabad-abad. Hubungan antara merokok dan mengendalikan berat badan sangatlah komplek. Nikotin bertindak sebagai stimulan penekan nafsu makan. Sedangkan tindakan merokok memicu modifikasi perilaku untuk selalu ngemil, haha...ha...(tambahan bodoh

"melirik manfaat tembakau", haha...ha..aneh ya ? :tapi beberapa penelitian justru menunjukkan manfaat dari tembakau. Hal ini sejalan dengan sunatullah yang menciptakan segala sesuatu didunia ini dengan penuh rahmat dan berkah.berikut Manfaat tembakau :

1. Para ilmuwan berhasil menggunakan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh.  Mereka membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin-10 (IL-10), yang merupakan cytokine anti-radang yang ampuh. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.

2. tembakau bisa diolah menjadi obat yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit HIV/AIDS. HIV adalah virus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Dan hebatnya, ternyata tembakau menghasilkan protein yang bisa digunakan sebagai obat human immunodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS, yang disebut griffithsin.  Protein ini menghentikan terbentuknya virus HIV pada tubuh.

3.selain bisa diekstrak dan diambil bagian tertentu seperti nikotin yang digunakan di berbagai macam produk baik makanan maupun minuman, tembakau juga bisa kita gunakan untuk melepaskan gigitan lintah kalo lagi di dalam hutan, tembakau juga bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk serangga.  Sementara itu, tembakau bisa digunakan untuk mengobati, ambil ± 25 gram daun segar Nicotiana tabacum, dicuci dan ditumbuk sampai lumat. ditambah minyak tanah ± 25 ml diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka

Alasan pelarangan merokok
berikut kutipan beberapa pihak yang kontra terhadap data kampanye anti rokok
1. Dimulai dari Hamilton dengan bukunya Nicotine War (Yogyakarta: INSIST Press, 2010), yang secara singkat menjelaskan bahwa Kampanye anti rokok ini merupakan satu bagian dari upaya marketing Industri Farmasi, Tujuanya adalah orang berhenti merokok dengan melakukan treatment (perawatan dan penanganan) terhadap ketagihan nikotin dengan obat-obat. Nah Treatment tersebut adalah kunci marketing dari Industri Farmasi untuk memasarkan produk-produknya dan memperoleh keuntungan yang besar.

2. Menurut Angell M dalam tulisanya di New England Journal of Medicine, 22 juni 2000 yang berjudul ‘The Pharmaceutical Industry : To Whom Is It Accountable ? ‘, menyebutkan bahwa sepulu perusahaan Industri farmasi terbesar Amerika dilaporkan menghasilkan laba yang sangat besar selama beberapa tahun ini semenjak kampanye Anti-Rokok disuarakan oleh WHO, secara keseluruhan sejauh ini Industri Farmasi merupakan industri yang paling menjanjikan di Amerika Serikat.

3. Menurut David Earnshaw, mantan direktur urusan pemerintah Eropa untuk Smith Kline Beecham, yang kini menjadi ketua kampanye Oxfam untuk akses terhadap obat-obatan, dalam tulisanya yang berjudul ‘Public Citizen Report, Rx R&D Myths : The Case Againts the Drug Industry’s R&D ‘Scare Card,’ di 23 Juli 2001. bahwa sejak tahun 1992 menurut peringkat majalah Fortune, besarnya keuntungan perusahaan Farmasi selalu meningkat secara tajam atau bisa di rata- rata sebesar tiga kali keuntungan rata-rata semua industri lain yang tercantum dalam Fortune 500. Yang jika ditotal kapitalisasi pasar dari empat perusahaan Farmasi terbesar Amerika itu jumlahnya bisa melebihi perekonomian India.

4. Menurut Robert A Levy dan Rosalind B Marimont dalam makalah yang berjudul ’Lies, ‘Damned Lies & 400.000 Smoking- Relating Deaths (1998)’, menjelaskan bahwa kampanye anti tembakau telah berubah menjadi monster kebohongan dan kerakusan yang banyak dimanfaatkan oleh banyak kepentingan, Ilmu pengetahuan yang benar telah berganti Ilmu pengetahuan yang keliru, dan yang menjadi korban dalam kampanye tersebut adalah kebenaran. Masih menurut Levy dan Marimont, Angka 400 ribu kematian akibat rokok di Amerika merupakan data yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan, karena menggunakan progam komputer dalam pengambilan data yaitu Smoking Associated Mortality, Morbidity and Econimic Cost (SAMMEC), mereka melakukan metode pengambilan data yang salah, dan terlelu dini mengambil kesimpulan kematian karena rokok. Contohnya : Jika si A yang berbadan gemuk serta mempunyai kadar kolesterol yang tinggi, punya diabetes serta punya riwayat penyakit jantung dalam keturunan, tidak pernah melakukan olahraga dan dia merokok, terus meninggal karena penyakit jantung, maka SAMMEC akan membuat kesimpulan bahwa rokok adalah penyebab kematian si A tersebut, inilah yang disebut terlalu dini dalam mengambil kesimpulan oleh Levy dan Marimont, karena faktor penyakit jantung itu banyak penyebabnya. Masa Depan Industri Rokok Indonesia Sebenarnya rokok kretek ini adalah produk yang minim sekali terhadap muatan impor, karena 95% bahan bakunya sudah ada di Indonesia sendiri, karakter Industri yang seperti inilah yang di butuhkan Indonesia dalam rangka mengurangi angka impor, dan karena karakter ini jugalah yang menyebabkan perusahaan rokok Indonesia relatif aman dari badai krisis ekonomi 1998 kemarin, dan tentunya produk seperti ini akan mempunyai daya saing yang sangat tinggi terhadap era globalisasi. Karena dari hulu hingga hilir Industri rokok ini juga mempunyai nilai tambah lebih tinggi daripada komoditi seperti coklat, tambang, dll, yang hanya mengekspor bahan mentah sehingga nilai plusnya dimiliki negara lain. Kalau rokok mulai dari petani tembakau sudah ada yang menerima langsung yaitu Industri rokok tanpa harus dijual dalam bentuk mentah, dalam rantai ekonomi tersebut terdapat puluhan juta orang yang menjadikanya sebagai lahan untuk mencari nafkah. Jika regulasi pemerintah tentang tembakau lebih kedepanya akan lebih diketatkan lagi dan pemerintah sampai menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), dapat dipastikan ini akan segera membunuh industri rokok kretek, baik yang besar, menengah dan kecil, apakah pemerintah sudah siap dengan bertambahnya angka pengangguran ketika itu terjadi ? disini seharusnya jadi pertimbangan lebih pemerintah dalam menghadapi permasalahan ini, jangan hanya terkesan menuruti kepentingan pihak lain terutama asing yang datanya juga harus tetap dipertanyakan kebenaranya. Bukankah lebih bijak jika dalam konteks ini kita berupaya menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan di dalam negri ini, daripada menghakimi sesuatu yang masih butuh pengkajian lebih dalam lagi. Andaikan regulasi tersebut benar-benar membunuh Industri rokok Indonesia kedepanya, sementara di sisi lain perusahaan rokok asing dalam kenyataanya semakin berkembang ketika itu diterapkan, atau malah jumlah impor rokok putih kita semakin tinggi, karena pada kenyataanya tidak semudah membalik tangan kita melarang rakyat Indonesia untuk berhenti merokok, sementara Industri rokok lokal sudah pada hancur karena regulasi tersebut. apakah itu tidak akan menjadi blunder bagi kita sendiri. Jadi dalam konteks permasalahan ini jika proges akhirnya adalah mengurangi angka perokok di Indonesia, seharusnya pemerintah melakukan itu secara bertahap dan memberi waktu penyesuain bagi Industri yang kecil dan menengah, sementara di sisi lain pemerintah berupaya membangun Industri di sektor yang lain untuk solusi pengalihan bidang dan tenaga kerja dari Industri rokok ini. Industri rokok kretek Indonesia ini sangat istimewa dalam pandangan bisnis, secara perlahan saya menyadari bahwa Industri ini sangatlah berharga jika hanya sekedar di hakimi, di musuhi dan di rampas dengan berbagai cara, industri ini sebenarnya membawa karakter nilai lebih bagi perekonomian Indonesia khususnya mulai dari sektor hilir hingga sektor hulu-nya. Jangan sampai terjadi karena kesalahan pemerintah Industri rokok dalam negri hancur, sementara Industri rokok Asing berkembang, sedangkan di sisi lain pemerintah gagal mengurangi jumlah perokok Indonesia, akan sangatlah ironis sekali jika itu terjadi___________ 
______________
1) Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Thrombosis Research, edisi Oktober 2010,
2) http://85.18.251.150/34/circulation_2001_104_773.htm
3] http://www.data-yard.net/10b/cm.html

4) penelitian jurnal BMC Biotechnology. (lembaga penelitian Eropa berpartisipasi dalam proyek bertajuk “Pharma-Planta” yang dipimpin Profesor Mario Pezzotti dari Universitas Verona itu.
5) Penelitian dari Universitas Adelaide, Australia " jurnal Arthritis & Rheumatism "
6) DR Arief Budi Witarto, Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),

7] http://www.data-yard.net/10o/gums.html
8] http://www.data-yard.net/2/13/ajog.html
9] http://www.forces.org/evidence/evid/preg.html
[*] http://www.data-yard.net/10v2/parkinson.html
[#] http://www.data-yard.net/30/asthma.html

Sumber-sumber lain:
http://www.forces.org/evidence/evid/therap.html
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11865136
http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_down