Menuju Penguatan Keseragaman Kurikulum ,“Pendidikan Seni Budaya Lokal”.

MarosDari Dinas Budaya dan Pariwisata Kab. Maros".Penghujung tahun Desember 2009 Sejumlah undangan dan peserta “Lounching Buku Pend. Seni Budaya Lokal”supervisi Kaimuddin.Mbck sebagai penulis buku tersebut, tengah berkutat memaparkan hasil rumusan buku judul Pendidikan Seni Budaya Lokal dengan Penerbit Lontara Jakarta, Karya atau hasil penelusuran ini merupakan sebuah bentuk akuisisi aspek Budaya Lokal
 
tentu hal ini harus mendapat apresiasi positif. Sebab disadari bersama dalam pantauan minimnya kemampuan kurikulum untuk menyerap total instrumen kebudayaan yang sangat beragam sebagai contoh; sangat sulit menemukan kebudayaan Bugis Makassar, dalam kurikulum KTSP yang beredar sekarang.Dalam penguatan ungkap supervisi,untuk memverifikasi semua temuan penelitian, dilakukan konfirmasi kepada dinas Pariwisata setempat, juga trianggulasi temuan kepada pakar bahasa, ahli lontara' dan budayawan Bugis Makassar di Kab.Maros. 
Namun tentu saja, Pengenalan, revitalisasi dan perangkuman nilai-nilai budaya sebagai ujud kesadaran baru suplemen pembelajaran seni Budaya lokal ini, hendaknya disertai dengan tindakan nyata secara global, sebagai sosialisasi penumbuhan nilai-nilai kearifan lokal tersebut,  sebab disadari  bersama budaya lokal kita tetap berproses dan  dalam evolusi panjang ini, ia mulai jatuh bangun dalam wilayah kulturalnya, budaya-budaya lokal yang tumbuh dalam etnik tertentu beresiko tergerus arus globalisasi sebagai dampak dari kemajuan zaman.
Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh rekan-rekan sebangsa dan setanah air untuk mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Jika teman-teman memiliki koleksi gambar, artefak, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon didaftarkan ke Dinas Budaya dan Pariwisata Kab.Maros.
Dalam Program Kerja Dinas Budaya dan Pariwisata, selain melakukan pendataan, penelitian juga melaksanakan proyek memetika Indonesia, ekspedisi, majalah(dalam penggarapan), perlindungan dan pelestarian budaya, sebagai bentuk aplikasi  tanggung jawab lembaga.
Penerbitan buku ini memberikan sebuah kesempatan baru bagi kehidupan kearifan budaya lokal sebagai sebuah tingkat kepedulian pembelajaran dalam ketetapan bersandar pada keragaman budaya dan pada produk tradisional  Indonesia. ……Drs.Ilham Syah Azikin,M,Si.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar