Badik / Kawali Bugis Makassar

Mengenal Badik Kawali nama senjata tajam milik suku Bugis Makassar, maka tak lepas dari mengenal kekentalaan prinsip mereka. sedang badik atau kawali bagi masyarakat bugis makassar dalam perannya menunjukkan impuls energi positif  atau kekuatan yang mengandung mistis, bahkan sebagian mereka beranggapan bahwa badik/kawali itu adalah kembaran mereka, aneh ya…?, namun tidak bagi mereka_ sebab menjadi hal yang biasa jika bahasan ini menerawang pada sebuah keadaan, maksud kami “kembaran manusia dengan  badik atau kawali ketika terjadi semisal keadaan : jika sebuah pesta pernikahan berlangsung sedang mempelai lelaki berhalangan (sebab halangan keadaan yang bisa di terima) maka menjadi hal yang biasa jika kesementaraan itu, berhalanganya si”lelaki” dapat saja digantikan oleh badik/kawali kepunyaanya dipelaminan tersebut. Maka badik atau kawali tersebut benar-benar mewakili karakter pemiliknya, hal yang terkait dengan prosesi pembuatan si empu badik atau kawali yang menerawankan..memasukkan esensi karakter si pemilik kedalam proses penciptaan badi atau kawali tersebut.
Ritual pembuatan kawali badik
Intens ke-membuat lalu menyimpannya adalah sebuah usaha mendapatkan badik atau kawali yang istimewa baik dari bahan baku, juga pada perhatian pada motif jure' (bahasa bugis terjemahnya pamor) maupun sisi’ (tuah) sebab kepercayaan bahwa benda ini dapat memberikan Kekuatan. kawali atau badik ini bagi suku Bugis Makassar dianggap dapat mempengaruhi kondisi, keadaan dan proses kehidupan pemiliknya. Sejalan dengan itu, terdapat kepercayaan bahwa badik atau kawali juga mampu menimbulkan ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran ataupun kemelaratan (jika tak cocok dengan pemiliknya), kemiskinan dan penderitaan bagi yang menyimpannya. demikianlah perihal tendensi emosional badik atau kawali pada masyarakat bugis makassar.

badik atau kawali ukiran sangat indah /estetika

Proses Appamusa atau apppanggulu atau membuat pelekatan besi tuah pada gagang, juga tak luput dari persyaratan-persyaratan pada keingingan baik/ prasangka baik (ampe deceng sara') yang dalam istilah bhs.Bugis juga dikenal dengan istilah “sennung-sennungang”, maka si pembuat melakukanya dengan prosesi awal yaitu memasukkan nasi yang bersekam pada lubang gagang, dengan maksud sipemiliknya tak putus/ selalu berdekatan dengan nasi, sedang bubuhan sedikit gula merah dengan maksud sipemakai kawali atau badik kelak merasakan sesuatu yang manis juga dengan kelapa olah (telah parut). dengan maksud agar sipengguna merasakan keadaan yang Nikmat. setelah Semua bahan dikerik diatas Sirung nanre/sendok nasi terbuat dari kayu.maka dicampurlah semua bahan tersebut dan disarikankanlah besi tuah tersebut ke kedalam gagang badik/kawali. Maka badik atau badik terdiri atas tiga bagian, yakni hulu (gagang) dan bilah (besi), serta sebagai pelengkap adalah warangka atau sarung badik/kawali.
badik sebelah atas ini pada gagang atau sarungnya terdapat tulisan Allah dalam huruf Arab

keterangan gambar : senjata khas Bugis Makassar "badik atau kawali",koleksi Tenri Ewa
Badik bukan untuk membunuh jika ditilik Sejak ratusan tahun silam, dalam sejarah penggunaan badik kawali bukan semata untuk membela diri dan berburu,  tetapi esensialnya sebagai identitas diri, bahkan terhadap motif-motif yang melekat pada besi tersebut/ pamor / jure'. Semisal yang disebut badik/kawali pamor"sikadoi", maka motif ini dipercaya menjadi pemurah jodoh bagi muda-mudi dan juga pembawa rezeki bagi yang sudah berkeluarga bagi siapa saja yang memilkinya. Ada yang menambahkan bahwa motif beginian disukai juga oleh lelaki yang menyukai daun-daun muda haha..ha…
_______________
kaimuddin mbck dalam "Badik / Kawali Bugis Makassar

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Badik Pamor Sikadoi mengatakan...

mantap bung :D

Poskan Komentar