Belajar Analisis Teks Puisi "embun"

Lalu bocah itu merelakan dirinya menjadi lilin, pada siapa ia belajar ? tapi kau paham bukan… jika rahasia tinggal tersembunyi ?.Pilihan waktu dan ruang sebab sesuatu harus lahir dengan pengertian yang baru ?.Pengantar analisis teks Puisi: semisal tentang "embun", ini hanyalah kata dasar sebuah keadaan, "tapi benarkah embun mempunyai ruh dalam habitatanya ?" serangkaian pertanyaan yang tidak berhasrat memburu jawaban dari anda. Tapi bagaimana dengan ini, "embun... telah memilihku menjadi celah sunyi di antara baris-barisnya yang lembab dan terang dan dimintanya aku tetap redup dan remang”, haha..ha..._ Alam pemaknaan dari teks embun yang mencoba melakukan tembakan atas hakikat di balik peristiwa, itulah sebabnya (: pembaca) kerap menemukan berbagai hal yang baik atau yang buruk; dalam analisis yang tersirat atau tersurat dalam sebuah obyek fenomenal, puisi embun berikut link terkait > "Embun dalam kumpulan puisi cinta.

Puisi itu apa ya….:teks yang mengenalkan-mu jerit juga senyum, atau kalimat yang mengajakmu pulang. Atau lebih ringan "ia menuliskan dirinya sendiri minimal kau tak menganggapnya alpa". Atau demi kau tak berkata "uh..betapa keruhnya",jika bukan karena tulisan pada kehidupan yang membuat orang bisa bergerak mungkin dapat karena kematian yang tragis dan kemudian orang menulisnya sebagai nasihat, minimal ketika kau mebacanya menghindarkanmu dari bunuh diri, haha,,ha,,,,*lemahnya peran nya deE....(aksen bahasa pasar maros)

analisis " Hujan & Becak"
Atau teks puisi adalah ruang yang luas ini ketika segala sesuatu harus di tafsirkan sebagai keyakinan kepada pembaca….entahlah…sebab siapapun bebas menafsirkannya, (ia mengacungkan tangan di pinggir jalan untuk kau memungutnya) tapi sebagai teks ia hanya berhasil menjadi lilin, ia puisi dengan jalan hidupnya sendiri, ikhlasku meniupnya pergi dan ia bebas kemanapun atau ia hendak menjadi apapun..tapi sungguh..aku sebelumnya telah merawatnya dengan baik dan memberinya imun tuk ia hidup selalu…(*bahwa seni itu indah tentu dapat merusak karakter  juga watak  dalam proses cipta,

Kau harus pulang sayang …, dengan kejut aksara yang kau bawa serta, tentu pada kejut kalimat yang kesekian kali…, Sepi siapa?, setelah teks maka : aku mesin gigantik berlari tanpa  aba-aba, uh...
__________

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar