Kumpulan Puisi Religi : Nasehat

Puisi Religi dalam sekumpulan nasehat,  sekedar ruang yang mengajak keluar sejenak dari rutinitas dunia, ketika malam-malam khusyu dan bisikan yang sangat halus menyelam ke-dalam kemanusiaan, ya sebuah sibgah yang luas dan tak terbatas, sedang dunia terasa kecil juga kadang menyeramkan, menyemai teks dengan puisi nasehat sekali ini mengantar tunaikan temu istigfar, ketika khusyu sedang lampu sedikit redup mengantar  bulan purnama turun ke dasar kolam, begitu bening dan fitrah. Sebab religi kadang bermula setelah doa menjinjing air keruh mengantar kelangit dan tak siapapun ditemuinya, atas intensitas pengalaman batin, maka menyerahkan pilihan kepada keyakinan merupakan sesuatu yang tak henti meruang, sebuah ketenangan yang tak pernah mampu kita jelaskan, sebuah panggilan fitrah yang dibahasakan sangat sederhana pada jejak risalah batin?_
 
demikian indah alam ini mengenalkan khusyu atas penciptaan-Nya, sedang 
bumi gunung juga langit diam-diam meresap_
sekali ini dalam kumpulan puisi religi

1. Kau berlari ke hulu, melintas cakrawala, melanglang kutub, menembus batas petala langit. Sebuah puncak sepi yang mungkin hinggap di bumi lain, " tak ngerti , tapi kau ingin ia pulang".... (baca selengkapnya di :)
___________________
puisi "Religi 2".
terlambat untuk berbenah diri.  pesan religi yang membangun, jadilah lembaran kisah nyata penggugah iman, karena kehidup tak lain adalah " mengenal insting sebagai indera ya........(baca selengkapnya di: )



__________________
puisi "Religi 3"
Tatkala kau terbaring, tersembunyi daratan dalam lipatan-lipatan mimpimu, sebuah bangunan batu dengan dinding berlumut yang kelihatan rapuh, langkahmu menuju kebanyak pintu, di balik sebuah pintu terbukalah ruang gelap dan kosong, suara seperti tergantung di langit, ketika sedetik sebuah nyala yang memucat dari bola lampu diatasmu,”aku telah terbu...(baca selengkapnya di:
_________________
puisi "Religi 4"
keindahan tak terucap dan aku hanya punya ... Ketika kau tak mengerti ... padahal kasihnya menyapamu pertama kali. Padahal alam semesta selalu berbincang tentang " nya", ia mata air cinta, ia kehidupan itu sendiri...kehidupan alam ini , "jangan pernah kehilan...[Baca selengkapnya

________________ 
puisi "Religi 5"
mungkin seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, tapi ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu--sebuah kekuatan menyulam waktu dan rindu di ketinggian langit biru, betapa jauh menerjemahkan diar.... [Baca selengkapnya
_____________
puisi "Religi 6"
di tandai bahwa "dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat, tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati (kefitrahan) pada kita? Karena Tuhan telah menempatkan pecahan sekeping hati lagi pada alat indra kita, untuk memperte...... nasehat sakral [Baca selengkapnya..
____________
Ruang 7 ""
mengingatkanku pada Ambo'mu/ bapakmu , ketika ia mengabadikan senyumku setelah penganan putih kirimnya*, kau benar-, kelakar ibuku sambil menangis, mengenang ba… [Baca selengkapnya... sangat romantis dialektika]
___________________
Puisi  8""
jika kau tetap beranjak  mengeoslah ketempat cintamu dan menumpahkan  semua titik rindumu pada bumi),Uiihhh....tapi, Ia hujan sering tak sempat bicara. hujan menabrak segala-gala di bumi, di embunkanya kaca...menuliskan kaidah "kita masih... [Baca selengkapnya...

Puisi ini bersumber dari :http://www.sangbaco.com/.
buat teman & sahabat Blogger jika ngecopy tampilkanlah sumbernya ya... by: kaimuddin mbck. terima kasih dah mampir dicatatan yang sesungguhnya menasehati diri sendiri ini, dan membaginya tampa merasa bahwa "aku" lebih_ (hanya :apresiasi diri) semoga termaafkan jika ada salah, demikianlah aku menyimpan segala getirku juga harapan termaafkan dari Allah Swt, sekali ini saja nasehat dalam kumpulan puisi religi

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar