Wajo Sengkang sutera dan Danau Tempe

Kubaca "Sengkang sebagai Kota Sutera", Dari wisma di pebukitan Sengkang ke batas pandang danau Tempe, pemandangan indah atas tataran kota, dan daratan sekitar danau Tempe akibat pendangkalan yang terbentuk dari Fenomena alamiah, tampaklah Danau Tempe dari jarak jauh banyak terdapat garis-garis  daratan kecil yang terjadi sebab proses pendangkalan, dan atas pendangkalan tersebut Danau tempe seolah laut yang terdapat  sekat-sekat daratan, dengannya  membentuk hulu-hulu sungai juga  banyak di jadikan rumah tinggal bahkan celah endapan yang terbentuk (seolah sungai) ini terdapat beberapa rumah terapung sebagai tempat tinggal masyarakat yang memanfaatkan pendangkalan tersebut sebagai tempat membangun rumah, segalanya sebab  proses geologi alam.


dari pebukitan ke jarak danau tempe
Dan hal lain mengungkapkan bahwa kota Sengkang atau kabupaten Wajo, menyimpan banyak cerita  masa lalu, yang terkait dengan kerajaan cina pammana, yang dalam kisaran sejarah menandai/ melahirkan tokoh We Cudai dari kitab tertua I Laga Ligo, juga tokoh Lamaddukelleng sebagai anasir kearifan bertindak juga tokoh lain yang menjadi insfirasi bagi masyarakat Wajo adalah Puang Ri Maggalantung, yang pada episode lain atau baca di tulisan lain (mungkin dapat membacanya dari tulisan tokoh budayawan sejarawan sengkang)

Di Sengkang sebab seminar dan sosialisasi   PANITIA BLOGILICIOUS MAROS

KBM maros dalam kunjungan ke-seminar sekaligus sosialisasi Nasional Blogilicious 2012, di sengkang oleh panitia KBM, bareng sang baco, Ansari Jelek, Uak Sena, @Rahma , @Isal, ecky, dan pilot oleh Andi Agus, dah ngomongin banyak ke peserta sebagai bekal atau pengantar awal pemahaman awal tentang pentingnya nge-blog, akan kebersambungan  proses pelaksanaan acara kelak di Kab. Maros tanggal 1-2 sep 2012, di Baruga utama kantor bupati kab Maros. 

gambar rumah adat sengkang di Sao Raja La Tenri Bali


 Danau Tempe terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Tempe, sekitar 7 km dari Kota Sengkang menuju tepi Sungai Walanae. Danau Tempe yang luasnya sekitar 13.000 hektare ini memiliki spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain. Hal ini karena danau tersebut terletak di atas lempengan benua Australia dan Asia. Danau ini merupakan salah satu danau tektonik di Indonesia. hal ini juga menyebabkan terjadinya migrasi burung dari Australia setiap ruaya atau musimnya khusus ke danau tempe. Berikut catatan gambar contoh burung dari Australia
burung migrasi dari australia ke danau tempe

Jambatan jalur lintas seberang antara Danau Tempe ke Kota Sengkang
Danau Tempe sebagai sumber air peroleh pasokan air dari Sungai Bila dan anak sungainya Bulu Cenrana. Selain memasok air, kedua sungai tersebut juga menyebabkan pendangkalan akibat tingginya erosi di bagian hulu. info teman A Agus pemerhati lingkungan kabar-in "bahwa pendangkalan tanah yang sangat luas itu di danau tempe menjadi tanah sengketa....wow


Setiap tanggal 23 Agustus diadakan festival laut di Danau Tempe. Acara pesta ritual nelayan ini disebut Maccera Tappareng atau upacara menyucikan danau yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh seorang ketua nelayan yang diikuti berbagai atraksi wisata yang sangat menarik. Pada hari perayaan Festival Danau Tempe ini, semua peserta upacara Maccera Tappareng memakai baju bodo (pakaian adat orang Bugis). Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi seperti lomba perahu tradisional, lomba perahu hias, lomba permainan rakyat (lomba layang-layang tradisional, pemilihan anak dara dan kallolona Tanah Wajo), lomba menabuh lesung (padendang), pergelaran musik tradisional dan tari bissu yang dibawakan oleh waria, dan berbagai pergelaran tradisional lainnya. Namun sekarang terjadi kepunahan beberapa spesies, hal ini disebabkan relung relung yang berada di danau tempe sudah di isi oleh spesies lain akibat restoling ikan mas yang berlebihan
alat tenun sutera di sao raja
 tentang perihal sejarah masa lalu ini, hal  yang sangat kental adalah terkait erat dengan awal pengembangan Islam yang sangat dini sekitaran 1300  waktu sejarah masuknya Islam di Sengkang yang sangat baru bagi pengetahuan sejarah. ( 1600 sebagai tahun populer masuknya islam di bumi Sulawesi Selatan)

Keberadaan Danau Tempe terbesar ke 2 di Indonesia Sekarang,
 beberapa proses geologi yang menghasilkan pemandangan nan menakjubkan

burung bermigrasi dari Australia ke Danau Tempe

warga di kota ini menggeluti kerajinan sutra. Bahkan, mereka pun melakukan proses pemeliharaan ulat sutra di rumah-rumah. Seperti pemandangan yang terlihat di sebuah desa di Kecamatan Sabbangparu. Hampir seluruh kolong rumah warga di kampung ini merupakan kandang ulat sutra. Kondisi tanah yang subur memudahkan para warga untuk menanam pohon murbei yang merupakan pakan ulat sutra. 













"Dalam sehari kita harus kasih makan lima kali. Baru kalau malam dikasih lampu biar terang," ujar Minintang, salah seorang peternak ulat sutra, Selasa (8/5/2012).  Benang sutra yang dihasilkan dijual dengan harga Rp 340.000 per kilogram.

Nah, selain menjual benang, warga juga memanfaatkan benang hasil pintalannya ini dengan bertenun. Mereka menggunakan alat tradisional untuk merangkai untaian benang sutra menjadi bentangan kain yang indah dengan berbagai motif dan corak.
sosialisasi seminar Nasional Blogilicious 2012di sengkang oleh panitia KBM bareng sang baco, Ansari Jelek, Uak Sena, chemisRahma , Isal nak bungsu, ecky, dan pilot oleh Andi Agus

Ada dua jenis alat tenun yang lazim mereka gunakan. Yang pertama adalah alat tenun "bola-bola" dan yang kedua disebut "bola". Meski namanya mirip, namun kedua alat ini tentu berbeda. Alat tenun "bola-bola" digunakan dengan menggunakan kedua tangan serta kaki. Sementara alat tenun "bola" hanya menggunakan tangan yang benangnya dimasukkan satu per satu.

alat tenun Bola
"Kalau 'bola bola' caranya digunakan gampang dan cepat. Tapi kalau yang 'bola' susah dan lama bikinnya, tapi bagus kualitasnya harganya juga mahal," ujar Nurmi salah seorang perajin sutra.

"Bola-bola" mampu menghasilkan satu sarung selama empat hari dengan harga berkisar Rp 60.000- 70.000 per helai. Sementara "bola" memakan waktu lebih lama. Untuk satu buah sarung diperlukan waktu dua bulan. Namun alat tenun bola ini menghasilkan sutra yang berkualitas dengan harga Rp 600.000-900.000 per helainya.

tenun bola-bola di sao raja
Selain corak dan motif yang unik, sebagaimana nama motifnya yang umum di produksi yaitu pucu' dan cobboi, pun proses pembuatan hingga pewarnaan masih menggunakan bahan alami. Para perajin Sangkang memakai pucuk daung mangga, getah pohon, daun pandan hingga kunyit untuk memberi aksen pada hasil tenun. Menurut Nurmi, hal ini dilakukan untuk memberikan kualitas warna abadi yang tak termakan usia.

Proses yang sama pun dilakukan saat membuat kain sutera. Menurut Nurmi, kain sutra memungkinkan pembelinya untuk mengkreasikan hasil tenunan sesuai dengan selera. Mereka bisa menjadikannya baju, aksesoris atau bahkan tas.


Sayangnya, hingga kini, produk natural yang membanggakan ini masih terganjal masalah pemasaran. Umumnya, barang-barang istimewa ini dijajakan oleh para perajinnya di pasar-pasar tradisional. Selebihnya, tak ada pilihan lain, kain-kain istimewa itu dijual dengan harga murah kepada pengusaha lokal. Para pengusaha itu yang kemudian mengeruk keuntungan besar dengan mamasarkannya ke mancanegara.

Harga kain pun melambung, namun keuntungan besar didapat oleh pemodal. Jerih para penenun seolah tak terbalas.... Sengkang kota sutera semoga tidak tidur, kenangan....?,wadooww >  lirik pemerintah beri mereka ruang lebih...
_______________
catatan sementara....

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar