Pelacur Kota Makassar (dialog)

Pelacur 1. pertama kali menginjakkan kaki di makassar maka rasa takut seperti bahasa maut di urat leher. Katanya di suatu keheningan, "harapan dan kenyataan saling sahut, menghibur sekaligus mencemooh dan dengannya aku mengenal dunia ini penuh kedap keterasingan, mereka memanggilku dengan kata "sayang.."ya aku kadang merasa asing dan mengerti bahwa kota makassar jalan penghibur tempatku menerawang, ini mimpi ya...atau sesuatu telah tertulis sebelumnya ?. Aku merasa asing....

Pelacur 2. aku menyukai senja pantai losari  dan hingar-bingar malam jalan penghibur. Di sini nelangsa membawaku pergi jauh dari jerit kampungku, aku tak harus mencari kayu bakar juga menanam dengan panen 3 bulan kedepan, uh itu melelahkan, tak perlu membuat pengertian...kau tahukan aroma parfum itu begitu menggoda dan kau mengenang rahasia mengapa harus datang padaku kesekian kali

Pelacur 3. Sejak jendela di lantai 2 ini terbuka : aku lirih yang melantun elegi, aku teriak menyekat dengan tangan lemah menarik sauh, aku berlayar jauh tanpa dermaga juga tanpa pinangan. sekali waktu aku terhenyak di sela angin yang mengeos dari pilar dermaga, aku hela yang tertahan..... aku terus mengabarkan pada keluarga di jawa jika (surat tersampaikan) di sini makassar adalah sebuah malam yang buta, sebuah depa tulisan dan serongga perih yang merajam anai-anai. Di sini tempatku berdiri dan telanjang pada lubang-lubang yang tanpa dasar, aku bayang-bayang bertulis pada selembar langit kecil dan hampir patah, aku menyulam harapan berkali kali dan menandai malam yang mendampar kemana saja, sekerat lacurku dan sejauh kepemilikan itu.... Katanya penuh rahasia menutup dialog "germo di sini sedemikian jerat, aku terkenang anak-anakku yang menadahkan tangan"
Pelacur 4. memberi tip malam pun ada saja pelanggan yang membayar dengann uang palsu, entah...tapi aku selalu menunggu laki-laki bajingan itu, aku dulu gadis desa lugu dan tidak bersekolah hingga kini kesekian kali /gampang ditipu pelanggan_ achh.. laki-laki memang brengsek... kurang ajar...!

Pelacur 5. Sekali itu aku sakit dan tak mampu bayar biaya kamar inap mereka menaruhku  di gang belakang dengan infus digantung di pagar seperti tali pengikat anjing : Ia perempuan jalang yang mengadu pada jerit. yang menulis gelap dan suara malam lalu menumpahkan isi hati dalam diary ? : meremang pada jerit waktu ketika malam hampir menenggelam, begitu banyak persimpangan, aku tetap tersenyum kukira ini pilihan..!, dari sepi lantai 2 ini tampak tembok licin di setebaran  pantai losari, dan dari sekap jendela besi sesuatu tertinggal jauh di ujung malam tentang kampung halaman juga sungai depan rumah, di sini trotoar yang mengenalkan bunyi klakson pelanggan, juga tamu transit dari pelabuhan, anyir tercium bau kota dan selalu itu-itu saja antara layanan pemuasan tagihan kamar inap dan bukti bahwa aku masih hidup. Meranggas di kedalaman malam, aku tak berpikir lebih lagi dan tentu tanpa mengingat tentang "bunuh diri".  Masih sebab ampunan yang terasa manis dari kehidupan jika itu bukan kesan terakhir, kutulis catatan sore dari jendela terali besi tentang pantai.., penjual pisang epe, konser musik yang getarnya menarikku untuk sampai kepelanggan, miris juga om itu... juga tamu lain yang meninggalkan rumahnya dan mengerang di dadaku.

Pertanyaanmu apakah aku bahagia dengan kehidupan ini ?, " aku tetap wanita malam yang tak harus berakhir seperti harapan teman pelacur lainnya, aku memimpikan cinta dan suatu kelak aku mengenalkan dunia bahwa aku benar2 perempuan yang pandai masak berdandan untuk pergi arisan dan menghadiahkanmu anak2 yang manis sepertiku. sudahlah....nasib memang demikian sedang jodoh di tangan tuhan. 

Pelacur 6. Kami bersih dan rajin check up memeriksa dari penyakit spilis atau raja singa. Sekali malam yang akrab lakilaki itu menggodaku "maukah kau kunikahi dan kuajak keluar dari prostitusi ini ?", haha...bajingan idolaku itu bikinku hamil dan herannya bahkan aku berkeras tak aborsi (bahaya dan biaya aborsia harga tinggi juga bahwa 4 bulanan perutku telah membesar, entah...ku tahu itu tamparan, nah itu anakku...ia tak kenal siapa bapaknya.., tapi aku tahuu....

Pelacur 7. Di kemas malam pada jarak fajar yang jauh, ya malam selalu laju yang mencatat-kan kutuk jika bukan maut, selalu malam adalah udara basah ah..., tak jua perlu kau tahu atas hening yang menempias kemana-mana  tajam dan menancap.., aku jendela beku yang melupakan hiruk-pikuk, aku merambah di lengkung waktu di sepanjang perjalanan :" kau tak harus menjemputku...!", MESKI  hingga halaman apapun berikutnya.... : kelak mungkin aku  pelacur yang mengais kasih di berandamu atau tembang lirih yang mengendap di narasimu, atau ......., uh..aku tetap saja pelacur yang menerjemahkan waktu sebagai bayangan bahwa " warna langit memang demikian ini taqdir". Dan di ke-esokan harinya aku .......... "entah dimana dan tanpa siapapun ?"

Pelacur 8: Pelanggan itu baik atau bodoh ya.., ia memeberiku tip yang banyak dan dengan itu aku beristirahat 3 hari, mungkin wong desa ya... kemasannya biasa ajha. Tapi aku suka jika pelangganku guanteng kepadanya aku dapat saja menolak tipnya dan berharap ia kembali lagi...ia membelaiku dan aku tak lupakan itu. jika ia tepat datang sebelumnya aku mengkonsumsi oradexon tuk tetap melek dan kuat melayaninya ia tak boleh kecewa, ya..aku kan perlu banyak pelanggan dan juga cepat lunasin utang.

Pelacur 9. aku tua tapi sterill daeng, akuteh migran dari bandung, orang makassar tidak berbelit-belit, ia minum, teler, ngembat lalu pergi.., sesekali nguntit cari sepi nyelonong kekamar truss ilang..., aku sering ketiban yg ginian ini...bahkan pernah bersama ustas...wong rekannya manggil gituu...

Setting dari lokasi jalan penghibur kota makassar by dialog pelacur. 
maka pelacur mengacu pada mereka yang secara terbuka menawarkan dan menyediakan seks, hal yang juga dianggap sebagai bagian dari status sosial aspek yang terstigmasi dan dapat pula dianggap/ bersifat kriminal. (jika kriminal maka pelacuran bisa di sinonimkan atau kejahatan setara dengan pencurian, perampokan.

Malam ini aku menganggap bahwa pelacuran bag dari  transaksi bisnis, ya..sebuah kesepakatan dan e.. dapat bersifat kontrak jangka pendek yang memungkinkan satu orang atau lebih mendapatkan kepuasan seks dengan metode yang rupa2 atau segala jurus boleh, wkwkwk....

Penutup > Interferensi Gila atas kata "pelacur" : Kata "pelacur" dalam makna hermeneutik dapat berarti sebagai kesan miris dan /keterpurukan  pada sebuah keadaan, tapi pelacur juga dapat beraarti sebagai perlawanan masyarakat bawah. Maka ketika teks/ kata menjadi sebuah tafsiran bebas_ : manusia zaman pun bisa atau dapat  saja disebut pelacur modern meski dengan pakaian atribut dan bendera-bendera,  maka semua keadaan dapat teranggap sebagai aktualisasi/ bukan tentang baik dan buruk, hal yang serupa dengan kerelaan menempatkan antara tawa  dan air mata, ya keduanya hanyalah farian pelengkap, keduanya sumber yang sama atau pertanda hidup. Menyandingkan pelacur sebagai pilihan yang harus ada di setiap daerah dengan perlindungan plat form, maka pelacuran sebagai kata dalam makna hermeneutik adalah : tempat kunjungan (lembaga) tampa pembatasan produksi atas nikmat dan untuk kepentingan praktis". Resonansi menjadi pelacur dapat berarti pilihan juga keterpaksaan, atas kata pelacur kaupun bebas untuk menyematkan label "gengsi" juga dapat beranggapan bahwa pelacur bukan masyarakat biadab kapitalis yang takut dengan bom sebagai ciri masyarakatnya._wassalam by kaimuddin mbck, well....silahkan menambah pengertian tentang PELACUR.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar