Pulau Hantu Saranjana : Trans misteri

Pulau kosong yang lebih populer disebut kota Saranjana dihuni oleh bangsa jin, mistis saranjana mengeras sekitar awal Januari 2007, Ketika pesawat Adam Air hilang. Pulau Saranjana dalam jarak pandang pada siang hari tampak seperti pulau mati dan memang tak berpenghuni tetapi malam-malam tertentu menurut penduduk seberang pulau tsb, mis Desa Oka-oka, kab kotabaru kal-sel dengan juga kabupaten Kota Batu Licin Kal-Sel. "jika malam hari sangat sering terlihat sebuah gambaran hiruk pikuk terjadi, juga berita dari pelaut yang melintasi selat makassar itu, telah menjadi berita umum akan keramaian keanehan pulau tersebut, terutama saat malam".
Saranjana kota (kesepakatan secara arbitrer) nama sebuah daerah pulau kosong yang keberadaannya masih misteri, artinya bisa dikatakan antara ada dan tiadanya penghuni. Hal yang juga terdengar dan menjadi tantangan  oleh Pencari Hantu Trans tivi yang gagal ngeterawan ketempat tersebut sebab sesuatu yang tak terduga : "lintasan sakral dan kota yang hilang-hilang". Ungkap salah seorang Crew.

Ungkapan yang menegas pula dari masyarakat seberang pulau Saranjana mengatakan, "bahwa bila ada yang sengaja mencari daerah tersebut maka kebanyakan mereka tidak menemukan. Mistis yang berkaitan dengan Kota Saranjana ini awalnya penduduk Kotabaru tidak mau terlalu terbuka bila ditanya soal Kota Saranjana ini. paling mengiakan saja lalu mengalihkan pembicaran ketopik yang lain. Batu Licin sebagai kota tetangga ketika malam minggu terdapat pengunjung yang banyak, namun  dintara pengunjung dengan ciri baju kuning pula dengan ciri yang kami lihat pada bagian di bawah hidung tampak datar / tidak seperti keumuman orang banyak, serta jari tangan yang sama panjangnya dan kabur melihatnya jarak alis kiri dan kanan, mengisaratkan bahwa penduduk tersebut berasal dari kota misterius pulau Sanjana tsb".

Pernah terjadi pula di Kota baru tetangga pulau hantu saranjana tersebut : seorang miskin-papa tak jelas dari mana asalnya harus membayar perongkosan rumah sakit yg mamadai mahalnya, namun ia hanya mampu membayar dengan barang jualannya serupa temulawak sebaskom kecil, hanyaa karenaa pihak rumah sakit memaklumi keadaan nenek tersebut, sang petugaspun hanya mengambil satu rimpang saja demi menghargai nenek itu, tak dinyana kemudian beberapa saat "temulawak serimpangan di tangan dokter tersebut  itu berubah menjadi emas murni 44 karat usai di kross chek.

Tak mengherankan jika itu dari pulau Sanjana juga dengan  keterangan lain menambahkan bahwa, " sejak kecil cerita tentang mistis kota saranjana itu belum terlupa, lebih lagi  baru saja kami mendengar cerita dari orang hidek (bisa menerawang) yang pernah masuk ke Saranjana sebab ilmu tertentu,  menceritakan pada kami di sana nasinya lebih besar dari nasi di dunia nyata, buah jambunya lebih besar dari jambu di dunia nyata, tapi begitu buah jambunya kami angkut  kedunia nyata, ajaibnya buah jambu itu berubah seperti buah jambu biasa, karena hal ini jika kesana saya membawa bekal sendiri, dan Kota Saranjana ini layaknya seperti kota metropolitan saja dengan penduduk yang cantik dan gagah yang katanya siapa yang masuk ke alamnya orang tersebut tidak ingin pulang karena takjub dengan kotanya serta penduduknya yang ramah-ramah. Sehari disana, setahun kita disini.

Seberang pulau sanjana atau di Kota baru sekali waktu bulan puasa,  panitia buka puasa di sebuah masjid merasa kalap juga herang ketika banyak tamu atau musafir buka puasa, padahal untuk ketersediaan santap hanya 600 dus seperti biasa, ya jumlah yang tidak seimbang, namun usai buka puasa tersebut keheranan panitia baru itu terindahkan sebab musafir buka puasa yang banyak jumlahnya itu tak satupun yg tidak berbuka puasa (orang yang menyampaikan peristiwa mistis kepada penulis bernama : Palomoi Liko, "tentang makanan tak cukup" , di tanggapi biasa saja atau lumrah oleh  masyarakat  setempat.

Cerita Mistis Mulut ke Mulut
*Tersebutlah beberapa dealer motor, mobil dan alat berat beberapa kali mendapat orderan dengan uang kontan, cuma biasanya mereka disuruh meninggalkannya disuatu tempat begitu saja, dan beberapa saat barang pesanan itu sudah menghilang.kejadian seperti ini kemudian berulang dan menjadi peristiwa biasa saja.

* terdapat orang2 tertentu /berilmu seberang pulau yang melakukan pernikahan dengan kota Saranjana, disana biasa saja bahkan sentral kota mungkin  salah satu titik dari segitiga bermuda, dan jika ada yg sempat kesana maka dia kemabali dengan mendapatkan ilmu, atau tidak pernah pulang.

 *Saranjana dalam kehidupan mistik dihuni oleh Jin Muslim dengan sistem kenegaraan berbentuk Kerajaan
*Pernah terjadi pertengahan tahun 80an, pejabat Pemda Kotabaru menerima tamu dari Jakarta yang ingin mengantarkan pesanan alat berat dengan tujuan Saranjana-Kotabaru namun tidak ada tempat yang detail untuk mengantarkan pesanan tersebut. Sementara Pemda-pun tidak pernah sama sekali memesan alat berat, sementara biaya pemesanan sudah dibayar lunas entah dari siapa.

* adapula yang berpendapat bahwa, kota Saranjana berpenampilan seperti kota di jaman kerajaan dulu, *atau dapat pula terjadi jika orang sempat pulang dari pulau itu maka ia tidak meningat apaapa lagi lupa.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Poskan Komentar